TitikNOL - Beberapa waktu yang lalu masyarakat di seluruh belahan dunia digegerkan berita mengejutkan soal kecupan maut pada leher seorang remaja pria berkebangsaan Meksiko yang berujung kematian.
Pria berusia 24 tahun asal Meksiko itu dilaporkan tewas usai alami stroke yang awalnya dipicu oleh aksi pelampiasan hasrat sang kekasih berupa kombinasi ciuman dan gigitan leher atau yang populer dengan istilah cupang.
Kasus serupa juga pernah dilaporkan pihak kepolisian negara Selandia Baru pada tahun 2011 lalu. Namun korbannya adalah sang wanita. Seperti ditayangkan dalam salah satu segmen terkini The Doctors TV, Selasa (30/8/2016), teknik cupang sebagai salah satu metode untuk ekspresikan nafsu birahi seseorang dewasa ini semakin menyedot perhatian banyak orang.
Rachel Ross, seorang dokter keluarga sekaligus pakar seks yang juga merupakan salah satu pembawa acara The Doctors TV , menjelaskan bahwa dampak teknik mencium yang meninggalkan bekas atau dikenal cupang bisa membawa dampak buruk dan mengkhawatirkan.
“Teknik ciuman cupang atau gerakan bibir menyedot bagian leher pasangan dengan tenaga yang didorong sepenuhnya oleh nafsu sangat mungkin menyebabkan terjadinya kerusakan pada bagian arteri utama. Ini bisa memicu penggumpalan darah,” tutur Rachel sambil memberikan contoh teknik cupang menggunakan alat penyedot vacum cleaner yang dipraktikkan langsung pada leher rekan siarannya, Ian Smith.
Rachel menambahkan, “ciuman cupang sangat mungkin menjadi alasan munculnya gumpalan pada darah. Bila terbawa sampai ke jantung akan memicu stroke dari yang ringan menyebabkan kekakuan separuh bagian tubuh, hingga yang fatal seperti kematian.”
Pembawa acara lainnya yang juga dokter keluarga Ian Smith menjelaskan bahkan banyak dokter sudah mengkategorikan bekas ciuman cupang sebagai luka serius atau tergolong akut.
Untuk kalian yang masih menganggap cupangan seksi atau worth it untuk dimiliki, perhatikan baik-baik 4 fakta menjijikkan dan mematikan ciuman cupang, seperti dilansir dari Nova 100 dan Million Pictures:
- Ciuman cupang menghambat pergerakan aliran darah yang mana jika dibiarkan berpotensi stroke.
- Cupangan meninggalkan bekas luka memar yang sangat mungkin bertahan dalam waktu panjang atau permanen.
- Cupangan bisa menjadi wadah untuk virus berbahaya seperti Herpes, bergerak dan menularkan bakteri sekaligus kumannya.
- Bekas cupangan tidak indah dipandang mata, mereka yang memilikinya seolah menderita kekurangan zat besi dan kulit terlihat jorok dengan bekas luka memar.
Sumber: www.beritaraya.com
Video Pasangan Remaja Berbuat Mesum diduga di Banten Viral di Medsos
Ini Nama Pejabat Banten yang Dipanggil Kejati Terkait Dugaan Korupsi RSJ Tahap I
Cara Meracik Obat Perangsang Wanita Secara Alami
18 Agustus 1945 - UUD Negara Republik Indonesia Disahkan dalam Sidang PPKI
Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Ditangkap di Bandara Selandia Baru Cuma Gara-gara Ini
26 Jenis Daun Tanaman yang Berkhasiat Untuk Obat
Cara Ampuh Mengobati Asam Lambung atau Maag dengan Tepung Sagu
3 Waktu yang Dilarang Hubungan Seks Suami Istri dalam Islam
Tempat Kuliner Pizza Italia Terbaik Hadir di Kota Cilegon
Cara Meluruskan Rambut Permanen Secara Alami