TitikNOL - Menikahkan anak memang membawa kebahagiaan tersendiri bagi para orangtua. Namun usia anak saat menikah juga harus menjadi pertimbangan.
Jangan sampai anak jatuh ke jurang penderitaan karena mental dan fisik yang belum siap.
Menanggapi hal ini, Asdep Perlindungan Anak, Kekerasan dan Eksploitasi, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Rini Handayani mengatakan bahwa pernikahan dini menimbulkan berbagai dampak, mulai dari kemiskinan hingga perceraian.
"Anak kan belum bekerja, karena usianya belum cukup, tapi sudah menikah, maka bisa terjadi kemiskinan yang tak hanya ekonomi tapi juga kemiskinan moral. Anak belum bisa mengayomi bagaimana kalau nanti dia punya anak. Dia perannya sebagai ibu, tapi perilaku masih anak-anak," ujarnya pada temu media di Gedung 33 Wahana Visi, Jakarta.
Usia yang cenderung labil juga bisa mengantarkan anak pada perceraian. Mereka yang belum 'matang' dalam segi berpikir maupun berperilaku, biasanya tidak mengantongi bekal bagaimana pola pengasuhan ketika mereka memiliki anak.
"Pada akhirnya akan berdampak pada anaknya juga. Kalau cerai, masih anak-anak kok sudah janda. Ini akan berpengaruh ke kondisi psikologisnya juga," tambah Rini.
Anak yang menikah di usia dini, lanjut dia, juga cenderung putus sekolah karena malu atau dikeluarkan dari sekolah. Hal ini akan mempengaruhi masa depan anak karena capaian pendidikan yang rendah.
Sumber: www.suara.com
Video Pasangan Remaja Berbuat Mesum diduga di Banten Viral di Medsos
Pola Hidup Sehat Ala Atlet
Penyebab Telinga Sakit saat Mengunyah
Sebarkan Malware, Google Hapus Aplikasi Ini di Google Play Store
Tanaman Mirip Lumba-lumba Mini Hebohkan Jepang
Bupati dan Wakil Bupati Lebak Dilantik Gubernur Banten
Tempat Kuliner Pizza Italia Terbaik Hadir di Kota Cilegon
Usung Kamera Ganda, Xiaomi Rilis Redmi Note 5 Pro
Si Mungil Namun Besar Manfaatnya