TitikNOL - Perjalanan tim nasional Indonesia di Piala AFF 2016 tidak luput dari pantauan Djadjang Nurdjaman. Pelatih Persib itu tak ketinggalan mengikuti kiprah skuat Garuda dan ikut memberikan analisanya jelang laga kontra Vietnam di fase semifinal.
Indonesia lolos ke babak 4 besar setelah mengalahkan Singapura di pertandingan terakhir fase grup dengan skor 2-1. Sempat berada di ujung tanduk, gol Stefano Lilipaly dan Andik Vermansyah menyelematkan nasib Indonesia. Namun Djadjang pun menilai langkah tim asuhan Alfred Riedl itu semakin berat karena lawannya ialah salah satu kandidat juara.
Selain itu Djanur mengatakan salah satu nilai minus dari tim Merah Putih untuk kali ini adalah masalah di lini belakang. Karena duet Rudolof Yanto Basna dan Fachrudin Aryanto harus absen akibat akumulasi kartu kuning. Pria berusia 58 tahun itu pun berharap Hansamu Yama, Gunawan Dwi Cahyo atau Manahati Lestusen bisa membangung pertahanan yang kokoh.
"Cuma kita kan harus kehilangan pemain yang jadi pilihan pelatih dua-duanya di jantung pertahanan dan akan memainkan pemain yang jarang turun sedikit masalah tapi saya berharap bemain di kandang kita bisa menang dan cetak gol," ungkap Djanur ketika diwawancara.
Laga semifinal ini sendiri dihelat dalam format home and away. Indonesia pun lebih dulu bertindak sebagai tuan rumah dengan menunjuk Stadion Pakansari Bogor sebagai markas mereka pada 3 Desember mendatang. Dikatakan oleh Djanur, Boaz Solossa dan kawan-kawan harus bisa memanfaatkan moment tampil di kandang dengan meraih kemenangan dan berusaha tidak kebobolan untuk menutup agresivitas gol tandang Vietnam.
"Saya pikir lebih menguntungkan jika kita bisa Menang disini dan di leg kedua bisa bertahan dan mempertahankan kemenangan dan lolos. Harus dimanfaatkan betul main kandang disini baru kita hitung-hitungan disana (Vietnam)," beber Djanur.
Mengenai permainan Vietnam, Djanur menilai secara garis besar Nguyen Van Quyet dan kawan-kawan tidak berbeda dengan Indonesia. Mereka mengandalkan sisi kecepatan pemain dengan agresivitas yang tinggi. Indonesia sendiri menjadi tim yang sangat mengandalkan kecepatan terutama dari pemain depannya saat menahan imbang Filipina dan menundukan Singapura.
Indonesia sendiri memang sudah tidak asing dengan permainan Vietnam. Karena di masa persiapan jelang AFF, mereka sempat bentrok dalam laga uji coba sebanyak 2 kali. Hasilnya Indoneia memang inferior karena belum mampu mengalahkan tim asuhan Nguyen Huu Thang tersebut. Namun catatan itu bukan acuan Indonesia tidak bisa meraih kemenangan.
"Dua pertemuan di uji coba satu seri dan kalah ini buat saya berimbang. Barometer di partai uji coba fifty-fifty," ujarnya.
Djanur pun mengaku dirinya punya optimisme pasukan Garuda bisa meraih hasil maksimal sebelum melakoni leg kedua di Hanoi. Baginya Andik vermansyah, Boaz Solossa dan pemain lainnya masih punya kelebihan dari tim tamu.
Sumber: www.ligaolahraga.com
Video Pasangan Remaja Berbuat Mesum diduga di Banten Viral di Medsos
18 Agustus 1945 - UUD Negara Republik Indonesia Disahkan dalam Sidang PPKI
Tempat Kuliner Pizza Italia Terbaik Hadir di Kota Cilegon
Cara Meracik Obat Perangsang Wanita Secara Alami
Khasiat Minum Air Asam Jawa untuk Kesehatan
Cara Meluruskan Rambut Permanen Secara Alami
Banyak KTP Ganda Menjelang Pilkada, DPR Panggil Dirjen Dukcapil
Ini Nama Pejabat Banten yang Dipanggil Kejati Terkait Dugaan Korupsi RSJ Tahap I
PPP Gelar Mukernas di Banten
Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Ditangkap di Bandara Selandia Baru Cuma Gara-gara Ini