TitikNOL - Setiap pembalap pasti ingin merasakan ketatnya persaingan di ajang Formula One (F1). Hal itu pula yang dirasakan oleh pembalap Indonesia, Sean Gelael, yang kini masih berjuang di ajang GP2.
Musim 2016 menjadi musim pertama Sean membalap penuh di ajang GP2. Hasilnya pun cukup memuaskan, di mana dia berhasil meraih podium kedua pada feature race GP Austria di Sirkuit Red Bull Ring.
Melihat kesuksesannya tersebut, tentu muncul harapan jika nantinya Sean bisa mengikuti jejak Rio Haryanto yang berlaga di F1. Namun, Sean tak mau terburu-buru, dia mengaku masih ingin fokus di GP2.
"Fokus saya sekarang hanya di GP2. Saya terus mencoba untuk terus maju selangkah demi selangkah dan semoga pintu ke F1 akan semakin terbuka," ujar Sean kepada wartawan.
Hal itu sangat wajar mengingat konsistensi masih menjadi masalah yang belum terselesaikan. Tetapi, dia yakin jika ke depannya bisa lebih konsisten, dia mampu menembus F1.
"Kita melihat dari hasil-hasil yang telah kami capai. Jika hasil yang kami raih sudah bagus dan konsisten maka pintu untuk menuju ke F1 akan terbuka," jelasnya.
Pada balapan GP2 musim 2016 kemarin, total Sean mendulang 24 poin dan menduduki peringkat 15 klasemen akhir, dari 22 balapan.
Tercatat hanya dua kali pembalap 20 tahun itu finis dalam 10 besar, peringkat dua di GP Austria dan peringkat tujuh di GP Azerbaijan. Lalu delapan kali gagal finis.
Sumber: www.viva.co.id
Video Pasangan Remaja Berbuat Mesum diduga di Banten Viral di Medsos
18 Agustus 1945 - UUD Negara Republik Indonesia Disahkan dalam Sidang PPKI
Ini Nama Pejabat Banten yang Dipanggil Kejati Terkait Dugaan Korupsi RSJ Tahap I
Cara Meracik Obat Perangsang Wanita Secara Alami
26 Jenis Daun Tanaman yang Berkhasiat Untuk Obat
Manfaat Bunga Korejat Sebagai Obat Tetes Mata Alami
Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Ditangkap di Bandara Selandia Baru Cuma Gara-gara Ini
Cara Ampuh Mengobati Asam Lambung atau Maag dengan Tepung Sagu
3 Waktu yang Dilarang Hubungan Seks Suami Istri dalam Islam
Mendagri Ingatkan Gubernur Banten Soal Penanganan Penyebaran Covid 19