Sabtu, 2 Mei 2026

​Didampingi Langsung BKN, Kota Serang Jadi Pilot Project Digitalisasi ASN

SERANG, TitikNOL – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang resmi menjadi pionir dalam penerapan digitalisasi Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayah Banten. Program yang didampingi langsung oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) Republik Indonesia ini bertujuan untuk menciptakan birokrasi yang transparan melalui sistem manajemen talenta dan digitalisasi arsip.

​Wali Kota Serang mengatakan bahwa pencapaian ini merupakan bagian dari upaya besar melakukan transformasi birokrasi. Kota Serang dipilih sebagai pilot project nasional karena dinilai berhasil mengimplementasikan manajemen talenta dengan sangat baik.

​Menurut Wali Kota, digitalisasi ini sangat krusial untuk memastikan penempatan pejabat dilakukan secara objektif berdasarkan kinerja, bukan atas dasar faktor kedekatan atau subjektivitas.

​"Pentingnya amat penting karena (jabatan) diukur oleh kinerja, bukan sembarangan orang taruh-taruh gitu loh. Makanya diperbaiki semua, jadi orang tidak bisa menaruh sembarangan kalau tidak sesuai," kata Budi, pada Rabu 4 Februari 2026.

​Ia juga menjelaskan penggunaan instrumen tes seperti Competency Rediness Certification Test (CRCT) yang membagi kualifikasi ASN ke dalam kotak-kotak (box) tertentu sesuai standar BKN. ​"Output yang terpenting adalah menaruh orang pada tempatnya (right man on the right place)," tegasnya.

​Selain profesionalisme, kata Budi' digitalisasi ini juga digadang-gadang sebagai langkah konkret dalam memberantas praktik pungutan liar (pungli) di lingkungan birokrasi.

Sistem yang terintegrasi secara daring dengan BKN pusat memungkinkan evaluasi dilakukan setiap enam bulan sekali.Keunggulan sistem ini adalah kemudahan dalam mutasi atau pergantian pejabat yang tidak produktif.

"Jika kinerjanya kurang, kita bisa evaluasi dan ganti tanpa harus menunggu persetujuan Kemendagri lagi, cukup koordinasi dengan BKN karena datanya sudah online," pungkasnya. ​Sementara itu, keberhasilan BKPSDM Kota Serang dalam menerjemahkan visi Wali Kota ini menjadikan Kota Serang sebagai rujukan studi banding bagi daerah lain, bahkan dari luar Pulau Jawa seperti Lampung.

​Ditempat yang sama, Kepala BKPSDM Kota Serang Murni mengatakan bahwa langkah ini merupakan bentuk akselerasi nyata dalam menyelaraskan 13 program prioritas Wali Kota Serang dengan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden RI terkait transformasi digital. ​Untuk mengatasi hambatan administratif, BKPSDM telah mengeluarkan surat edaran yang ditandatangani Sekretaris Daerah dan melakukan pendampingan intensif ke seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

​"Per 3 Februari 2026, progresnya sudah naik signifikan hingga 57 persen. Target kami, maksimal Maret ini seluruh proses dokumen sudah selesai," kaya Murni saat ditemui media. ​Implementasi sistem manajemen talenta melalui aplikasi SIMATA (Sistem Manajemen Talenta) milik BKN menjadi senjata utama Pemkot Serang untuk menepis isu negatif seperti pungli atau praktik titipan jabatan.

​Kota Serang tercatat sebagai daerah pertama di Provinsi Banten yang mendapatkan penghargaan dari BKN pada 5 Januari 2026 atas komitmennya dalam manajemen talenta.

​"Update data sama dengan update karier. Jika pegawai tidak mencapai standar atau tidak meng-update data, maka kariernya tidak akan naik," tegas Murni.

​Seluruh data pegawai, mulai dari pengangkatan CPNS hingga pensiun termasuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) akan masuk dalam sistem digital yang dapat diakses secara mandiri menggunakan NIP masing-masing.

​Tantangan besar menanti pada proses profiling kompetensi. Dari total sekitar 9.000 ASN, baru 1.152 pegawai yang sudah menjalani profiling pada tahun 2025. ​ "Kami sudah meminta dukungan pusat (BKN) untuk melakukan profiling kembali terhadap sisa pegawai yang belum. Harapannya, seluruh potensi, kompetensi, kinerja (SKP), hingga integritas dan moralitas pegawai tergambar jelas di sumbu X dan Y dalam sistem SIMATA," pungkasnya.

​Dengan sistem ini, evaluasi berkala akan dilakukan secara otomatis berdasarkan personal branding dan data yang diunggah oleh masing-masing pegawai, sehingga promosi jabatan di masa depan murni berdasarkan prestasi dan kualifikasi.

Komentar
Tag Terkait
Berita Terkait