Minggu, 3 Mei 2026

Diduga Jadi Korban Pungli, Seorang Lansia Pemudik Dengan Sepeda Motor Protes


Kota Cilegon, TitikNol - Asrul (72) seorang pemudik dengan sepedah motor yang akan menyeberang ke Lampung protes besarnya harga tiket yang dibelinya melalui oknum petugas loket pemeriksaan tiket di Pelabuhan Ciwandan, Kota Cilegon, Banten, Minggu (15/3) malam.

Usai membeli tiket Asrul mengadukan yang dialaminya ke petugas pelabuhan lain, dan dirinya langsung diminta untuk menunjukkan oknum petugas nakal tersebut.

Asrul mengaku membayar tiket sebesar Rp80 ribu, padahal harga yang tertera pada tiket hanya sebesar Rp45 ribu.

Kejadian berawal saat Asrul tiba di areal Pelabuhan Ciwandan sekitar pukul 23.00 WIB. Saat melintas di loket pemeriksaan tiket, ia diminta oknum petugas loket untuk menunjukkan tiket menyeberang.

Pada saat itu Asrul yang seorang diri belum memiliki tiket, karena dirinya tidak mengerti tata cara pembelian tiket kapal feri secara online.

Asrul pun mengaku tidak memiliki handphone saat ditanya petugas untuk membeli tiket. Asrul mengaku seperti itu untuk menutupi dirinya yang tidak paham cara membeli tiket. Karena handphone yang dimilikinya hanya biasa digunakan untuk menelpon saja.

"Pas di pintu (loket pemeriksaan tiket), ditanya pak hape bapak mana?, ga punya saya bilang. Dibantuin sama dia (beli tiketnya), berapa pak? Rp80 ribu kata dia," cerita Asrul ditemui di Pelabuhan Ciwandan, Minggu (15/3) malam.

Setelah menerima tiket dan melihat harga tiket Asrul mengaku tertulis angka Rp45 ribu. Apalagi kondisi dirinya sudah letih setelah berkendara sepeda motor kurang lebih 8 jam dari Bekasi

"Pasa saya lihat (tiketnya), kok Rp45 ribu, padahal dia petugas. Berangkat dari Bekasi jam 3 sore, saya muter-muter dulu ke sana (Pelabuhan Merak), katanya udah ga ada (penyeberangan motor), jadi saya balik lagi (ke Ciwandan),"ujarnya.

Setelah Asrul protes, sejumlah petugas berseragam ASDP mencoba menenangkan. Dan petugas memberikan uang Asrul kembali.

"Saya dari Bekasi mau ke Padang, sendiri (pakai motor). Ga tau deh (kapan sampai), kalau cape istirahat lah," Kata Asrul.

Menanggapi hal itu, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami salah satu pengguna jasa.

GM ASDP Cabang Merak, Umar Imran Batubara melalui reales menyampaikan, Pengguna jasa tersebut tiba di Pelabuhan Ciwandan tanpa memiliki tiket penyeberangan yang sebelumnya seharusnya dibeli melalui kanal resmi.

"Karena belum memahami mekanisme pembelian tiket, yang bersangkutan kemudian meminta bantuan kepada petugas layanan check-in untuk membantu proses pembelian tiket, " Ujarnya.

Dalam proses tersebut, petugas membantu pembelian tiket melalui agen dengan nominal pembayaran sebesar Rp80.000. Setelah kendaraan pengguna jasa berada di area parkir siap muat, yang bersangkutan mempertanyakan nominal tersebut karena pada tiket tercantum harga Rp45.000.

"Petugas kemudian segera melakukan klarifikasi dan penelusuran. Hasilnya ditemukan adanya selisih harga, dan selisih tersebut telah dikembalikan sepenuhnya kepada pengguna jasa, sementara tiket yang dimiliki tetap dinyatakan berlaku untuk perjalanan, " Katanya.

Sebagai tindak lanjut, petugas yang terlibat telah dinonaktifkan dari tugas pelayanan, dan pihak penyedia jasa tenaga kerja (PJTK) telah diberikan surat teguran resmi. Selanjutnya, yang bersangkutan akan dimintai keterangan lebih lanjut oleh KSKP Pelabuhan Ciwandan untuk proses pemeriksaan sesuai ketentuan yang berlaku.

"ASDP berkomitmen menjaga integritas layanan serta terus memperkuat pengawasan di seluruh titik operasional agar setiap pengguna jasa mendapatkan pelayanan yang adil, transparan, dan nyaman, " Katanya.

"Kami juga mengimbau masyarakat untuk membeli tiket secara mandiri melalui aplikasi atau kanal resmi Ferizy sebelum tiba di pelabuhan, sehingga proses perjalanan dapat berjalan lebih tertib dan lancar, " Tambahnya.




Komentar
Tag Terkait