Minggu, 3 Mei 2026

DKP3 Kota Serang Perketat Keluar Masuk Hewan Menjelang Idul Adha

SERANG, TitikNOL - Menjelang perayaan Idul Adha 2026, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Serang meningkatkan kewaspadaan terhadap lalu lintas dan kesehatan hewan kurban yang akan masuk ke Ibu Kota Provinsi Banten.


Kepala DKP3 Kota Serang, Sony August, menegaskan pihaknya akan memperketat pemantauan di lapak-lapak penjualan hewan kurban dalam dua minggu ke depan.


Ia mengingatkan adanya potensi masuknya hewan dari luar daerah yang harus terlebih dahulu dilaporkan dan didata.


"Harus kita warning adalah mau ke Idul Adha, dan mudah-mudahan 2 minggu ke depan teman-teman itu akan mulai muter kepada lapak-lapak, takutnya ada hewan yang bukan dari daerah kita tapi daerah luar," ujar Sony, Selasa (14/4/2026).


"Karena kalau misalkan ada yang dari daerah luar itu ditandai oleh kita, karena mereka sudah melaporkan terlebih dahulu bahwa ada akan hewan yang datang," tambahnya.


Ia menambahkan pengawasan ini juga dilakukan bersama Pemprov Banten untuk memastikan seluruh distribusi hewan kurban sesuai prosedur kesehatan hewan.


Terkait pencegahan penyakit mulut dan kuku (PMK), DKP3 telah melakukan vaksinasi hewan ternak sebanyak dua kali, termasuk sebelum Ramadan.


Vaksinasi lanjutan juga akan kembali dilakukan menjelang pemotongan hewan kurban, disertai pemeriksaan kesehatan di lapangan.


"Takutnya sekarang tidak PMK, waktu dia datang ternyata PMK. Kita akan urus dulu kondisi kesehatan, dan itu tidak boleh dipotong, akan tetap terus diawasi oleh kita," kata Sony.


Selain pengawasan kesehatan hewan, DKP3 Kota Serang juga mengajukan rencana pembangunan Rumah Potong Hewan (RPH) yang telah memiliki sertifikat halal dan veteriner.


Menurutnya, keberadaan RPH sangat penting sebagai aset daerah sekaligus sumber pendapatan daerah.


"Sayang kalau misalkan itu kita tidak bangun, karena kan sudah tidak layak ibaratnya, Kabupaten Serang pun tidak punya RPH. Kita pun salah satu (OPD) pendapatan. Berinvestasi terlebih dahulu mahal, tapi kan selanjutnya tahun demi tahun kan dapat pendapatan kembali," jelasnya.


Sementara itu, Wali Kota Serang, Budi Rustandi, menyampaikan pembangunan RPH belum masuk dalam anggaran tahun 2026 karena adanya keterbatasan dan pengurangan anggaran daerah.


Pemerintah kota saat ini memprioritaskan program yang sudah berjalan.


"RPH nanti insya Allah akan saya sidak seperti apa isinya, tapi yang pasti di anggaran 2026 ini tidak ada, karena kan kita mengalami banyak pengurangan anggaran. Kita akan berfokuskan kepada pembangunan yang berjalan," ucap Budi.


Ia menyampaikan sebelum pembangunan dilakukan, pihaknya akan terlebih dahulu melakukan perbaikan sementara agar fasilitas yang ada tetap layak digunakan.


"Insya Allah nanti 2027 akan dianggarakan untuk di bangun. Karena kan saya harus memilah-milah dengan kebutuhan anggaran. Mana dulukah yang diprioritaskan," ujarnya.


Di sisi lain, upaya antisipasi penyakit hewan menjelang Idul Adha juga akan melibatkan kolaborasi lintas sektor, termasuk dinas kesehatan dan dinas pertanian, untuk memastikan hewan kurban yang beredar aman dan sehat untuk dikonsumsi masyarakat.

Komentar
Tag Terkait