BANTEN, TitikNOL – Momentum transformasi ekonomi kreatif (ekraf) di Provinsi Banten memasuki babak baru. Melalui pelantikan pengurus Forum Ekonomi Kreatif (FEKRAF) Banten periode 2025–2028 dan dialog strategis “Peta Jalan Ekraf Banten” di Aula DPRD Provinsi Banten, Jumat 13 Februari 2026.
Fokus utama kini diarahkan pada penguatan ekosistem industri kreatif yang berdaya saing internasional.
Langkah ini diambil untuk menggeser paradigma dari sekadar aktivitas kreatif komunitas menjadi sektor industri yang berkontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten, Eli Susiyanti, menegaskan bahwa pemerintah tidak lagi sekadar berwacana, melainkan melakukan aksi nyata dalam memformalkan sektor ekraf.
"Pembangunan industri kreatif tidak bisa dilakukan secara parsial. Kami akan melakukan kurasi mendalam terhadap 17 subsektor ekraf untuk memastikan para pelaku usaha memiliki sertifikasi kompetensi dan daya saing yang diakui pusat maupun mancanegara," jelas Eli.
Beberapa poin penguatan industri yang menjadi prioritas meliputi update data pelaku usaha dengan memetakan potensi baru yang muncul sejak 2025 untuk penyusunan kebijakan berbasis data (data-driven policy).
"Fasilitiasi sertifikasi dengan mendorong standarisasi produk dan keahlian agar menembus pasar nasional dan internasional. Menciptakan kolaborasi lintas sektoral antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota," lanjutnya.
Ditempat yang sama Ketua FEKRAF Banten, M. Irfan, menyatakan bahwa fokus kepengurusannya adalah menyatukan kompetensi dari 17 subsektor ekraf menjadi satu kekuatan industri yang solid.
Ia mengakui tantangan infrastruktur masih ada, namun optimisme tumbuh seiring dukungan kuat dari pimpinan daerah.
"Visi kami adalah menjadikan Banten sebagai provinsi kreatif yang inovatif. Kami akan fokus pada edukasi dan pengawalan isu strategis untuk memastikan setiap pelaku ekraf memiliki ruang berkarya yang layak dan menguntungkan secara ekonomi," kata Irfan.
Melalui penyusunan "Peta Jalan Ekraf Banten", arah pembangunan industri kreatif kini menjadi lebih terukur. Program kerja FEKRAF ke depan tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi dirancang untuk menciptakan nilai tambah pada produk lokal agar memiliki daya jual tinggi di pasar global.
"Menyediakan ruang kolaborasi (hub kreatif) guna memacu lahirnya inovasi baru. Mendorong kesejahteraan masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja di sektor kreatif," sambungnya.
Pelantikan ini bukan sekadar pergantian pengurus, Menurut Irfan ini titik balik sinergi strategis untuk mewujudkan Banten sebagai pusat industri kreatif unggulan di Indonesia.
Ini Nama Pejabat Banten yang Dipanggil Kejati Terkait Dugaan Korupsi RSJ Tahap I
26 Jenis Daun Tanaman yang Berkhasiat Untuk Obat
Podcast TITIKSIGI - Pembentukan Kabupaten Cilangkahan Layakah?
Kebaya Hadir di Ruang Modern, Ibu-Ibu Berkeliling Mall of Serang dalam Parade Pelestarian Budaya
3 Waktu yang Dilarang Hubungan Seks Suami Istri dalam Islam
Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Ditangkap di Bandara Selandia Baru Cuma Gara-gara Ini
Cara Meracik Obat Perangsang Wanita Secara Alami
Podcast TITIKSIGI - Uday Suhada Ungkap Catatan Buruk Hibah Ponpes Banten