CILEGON, TitikNol – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2026 jatuh pada tanggal 18 dan 19 Maret mendatang.
Berdasarkan data penyebrangan pada Senin (16/3/2026) siang, data reservasi mencatat sebanyak 311.511 orang telah melakukan pemesanan tiket sejak H-10, atau naik 6,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Demikian disampaikan Direktur utama PT ASDP Indonesia Ferry Persero, Heru Widodo. Ia mengatakan, untuk kendaraan roda dua yang telah menyeberang sebanyak 4.241 unit. Angka ini mengalami kenaikan sebanyak 116, persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kendaraan roda empat sebanyak 5.539 unit turun dibandingkan tahun sebelumnya 23,1 persen. Dan untuk bus mengalami peningkatan 12,3 persen turun dari tahun sebelumnya.
“Untuk mempermudah mobilisasi pemudik yang menggunakan moda transportasi kereta api, penyedia layanan telah menyiapkan 22 armada kendaraan pengumpan (shuttle) dari Stasiun Cilegon menuju pelabuhan yang beroperasi setiap hari,” kata Heru ditemui di Pelabuhan Merak,” Senin (16/3/2026).
Heru menambahkan, untuk di area Terminal Terpadu Merak (TTM) telah menyediakan 4 unit bus listrik untuk mendistribusikan penumpang menuju dermaga-dermaga keberangkatan.
Sementara untuk angkutan logistik, Pelabuhan BBJ Bojonegara kini diperkuat dengan 12 kapal yang beroperasi rutin setiap hari untuk melayani kendaraan golongan 7 ke atas. Tak hanya itu, ASDP juga memiliki kebijakan baru yang diterapkan tahun ini guna memberikan keadilan bagi seluruh pengguna jasa, yakni pemberlakuan Single Tarif. Seluruh tiket kini disamakan menjadi kelas reguler agar distribusi kendaraan ke setiap dermaga dan kapal lebih merata
"Kami berlakukan tarif tunggal, tidak ada kelas eksekutif. Kendaraan roda empat dipatok Rp400 ribu dan penumpang pejalan kaki Rp45 ribu. Harga ini sudah termasuk stimulus dari pemerintah sebesar 21,9 persen," ujarnya.
Masyarakat juga diberikan kelonggaran waktu terkait jam keberangkatan. Terdapat masa dispensasi tiket mulai dari 8 jam sebelum jadwal hingga 12 jam setelah jadwal yang tertera di tiket. Hal ini bertujuan agar masyarakat tidak khawatir jika mengalami keterlambatan atau tiba terlalu dini di pelabuhan.
Terkait keluhan harga tiket yang melambung di luar platform resmi, pihak ASDP menegaskan bahwa harga tiket yang dibeli secara mandiri tetap stabil. Lonjakan harga biasanya terjadi jika masyarakat membeli melalui perantara atau calo.
"Kami imbau keras agar masyarakat membeli tiket secara mandiri melalui platform online resmi. Jangan melalui perantara. Kami bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk memastikan tidak ada lagi calo yang beroperasi di sekitar pelabuhan demi menjaga reputasi pelayanan," tegasnya. (Ully)
Video Pasangan Remaja Berbuat Mesum diduga di Banten Viral di Medsos
Cara Meracik Obat Perangsang Wanita Secara Alami
18 Agustus 1945 - UUD Negara Republik Indonesia Disahkan dalam Sidang PPKI
Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Ditangkap di Bandara Selandia Baru Cuma Gara-gara Ini
Tempat Kuliner Pizza Italia Terbaik Hadir di Kota Cilegon
Cara Meluruskan Rambut Permanen Secara Alami
Ini Nama Pejabat Banten yang Dipanggil Kejati Terkait Dugaan Korupsi RSJ Tahap I
Khasiat Minum Air Asam Jawa untuk Kesehatan
Banyak KTP Ganda Menjelang Pilkada, DPR Panggil Dirjen Dukcapil
Manfaat Bunga Korejat Sebagai Obat Tetes Mata Alami