Minggu, 3 Mei 2026

Kasus Campak di Kota Cilegon Meningkat Tajam, 4 Kecamatan Paling Banyak

CILEGON, TitikNol - Kasus campak di Kota Cilegon melonjak signifikan. Untuk tahun ini (Januari-Maret) kasus campak telah mencapai 39 kasus. Sementara pada 2025 hanya 31 kasus.

Kepala Bidang Upaya Kesehatan Perorangan dan Masyarakat Dinkes Kota Cilegon dr Febri Naldo membenarkan kasus campak tahun ini terjadi peningkatan dibandingkan tahun lalu. Pada tahun lalu, kasus campak sebanyak 31 yang positif. 31 kasus ini terbanyak di Cibeber sebanyak 7 kasus, Citangkil 6 kasus dan Jomhang 4 kasus. Sedangkan di tahun ini, kasus campak didominasi Citangkil 8 kasus, Jombang 8 kasus dan Pulomerak 6 kasus dan Grogol 6 kasus.

“Jika dilihat dari usianya, paling mendominasi usia 0-5 tahun. Faktor dari campak ini beragam mulai dari daya tubuh rendah, gizi kurang, kurang istrihat sehingga timbullah virus,” kata Febri,” Selasa (7/4/2026).

Senada dengan Febri, Epidemiolog Kesehatan Ahli pada Dinas Kesehatan Kota Cilegon, Suyanti menjelaskan, meski kasus penderita campak di Kota Cilegon mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, Pemkot Cilegon melalui Dinas Kesehatan harus melihat 2 kriteria untuk menentukan KLB. Diantaranya, Ada 5 suspek campak berhubungan secara epidemiologi (waktu, tempat, orang) dalam 4 minggu berturut-turut.

“Ini harus dilakukan PE (Penyelidikan Epidemiologi) terlebih dahulu untuk mengkaji dan memastikan terjadi KLB dan untuk hasil positif yg lain alamatnya berpisah² di kecamatan lain perlu investigasi lapangan (fully investigated) untuk memastikan KLB apakah ada hubungan dari masing² yg positi,” terang Yanti. (Ully)

Komentar
Tag Terkait