Minggu, 3 Mei 2026

Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Menimpa Pelajar SMK Cilegon, Manajemen Greenotel Angkat Bicara

CILEGON, TitikNol - Manajemen Greenotel Cilegon, akhirnya buka suara soal dugaan pelecehan seksual yang dialami oleh pelajar magang SMK di Kota Cilegon.

Manajer HRD Greenotel Cilegon, Iqbal Hary Setiawan tak menampik pelaku pelecehan seksual ini merupakan karyawan Greenotel Cilegon. Kedua pelaku sudah diberhentikan oleh manajemen.

“Iyah benar, kami (manajemen) mengakui, jika karyawan telah melakukan dugaan pelecehan seksual. Terduga pelaku ini sudah kami pecat dari pekerjaannya,” kata Iqbal kepada awak media,” Rabu (8/7/2026).

Meski terjadi pelelehan, sambung Iqbal, pelecehan tersebut bukan bersifat fisik melainkan hanya sebatas dugaan secara verbal.

"Tapi secara verbal ya, tidak ada fisik. He-eh, saya tekankan ya tidak ada fisik, hanya dugaan secara verbal aja. Dan itu pun memang ada pemicu di utamanya," jelasnya.

Iqbal menjelaskan, kejadian ini bermula dari sebuah candaan yang dilakukan oleh korban, kepada salah satu staf senior mengenai kondisi fisiknya. Dari candaan tersebut kemudian ditanggapi oleh oknum F dengan tindakan yang dianggap tidak pantas, yakni menyodorkan alat kontrasepsi kepada korban disertai ucapan verbal yang tidak semestinya.

"Dugaannya benar terjadi, namun kami tegaskan bahwa ini adalah pelecehan secara verbal, bukan fisik. Awalnya memang dipicu oleh candaan antara senior dan junior agar suasana kerja tidak tegang, namun oknum F merespons dengan cara yang salah dan melampaui batas," jelas pihak manajemen.

Dalam percakapan tersebut, terduga pelaku sempat melontarkan pernyataan yang dinilai tidak pantas.

"Nih kalau misalkan lu mau pakai sama cowok lu, hati-hati ya Dek," ungkapnya.

Meski kejadian ini dinilai sebagai ranah personal antar-individu, sambung Iqbal, manajemen hotel tetap bersikap kooperatif jika dibutuhkan keterangan lebih lanjut oleh pihak berwenang dalam proses penyidikan.

Terkait status korban, siswi yang bersangkutan yang seharusnya menjalani masa PKL selama 6 bulan tersebut telah meminta untuk dipindahkan ke tempat praktik lain pasca-insiden. Manajemen menghormati keputusan tersebut demi kenyamanan dan keamanan psikologis korban.

"Kami sangat menyayangkan kejadian ini dan berkomitmen untuk terus menjaga lingkungan kerja yang profesional dan aman bagi siapa saja, termasuk para siswa yang sedang menimba ilmu di tempat kami," tutupnya. (Ully)

Komentar
Tag Terkait