Minggu, 3 Mei 2026

Ma'ruf Amin Dorong Lulusan Santri di Banten Bisa Bekerja di Dunia Industri

CILEGON, TitikNol - Mantan Wakil Presiden RI ke-13, K.H. Ma'ruf Amin mendorong para lulusan santri di Banten agar bisa bekerja di dunia industri. Dengan perkembangan industri yang semakin pesat tentunya harus memberikan ruang bagi lulusan pesantren untuk berkontribusi di sektor industri.

“Untuk di Provinsi Banten memiliki banyak santri dan industri. Tentu, ini menjadi peluang untuk para lulusan agar bisa diserap ke dunia kerja. Ke depan, NU harus mengambil langkah untuk mengkolaborasikan warga NU serta masyarakat Banten untuk mengambil peluang agar para santri ini bisa diakomodir bahkan bisa bekerja di industri,” kata Ma'ruf Amin ditemui usai menghadiri kegiatan halalbihalal yang digelar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Cilegon, Selasa (14/4/2026).

Lebih lanjut, ia pun mengharapkan agar masyarakat Banten tidak hanya menjadi penonton di tengah geliat industri yang berkembang pesat, tetapi mampu mengambil peran dan merasakan langsung manfaatnya.

“Boleh saja pihak luar ikut menikmati, tetapi warga Banten jangan sampai ketinggalan. Masyarakat harus menjadi prioritas agar dapat merasakan manfaat dari kemajuan industri di daerahnya sendiri,” lanjutnya.

Senada dengan Ma'ruf Amin, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Cilegon, Erick Rebiin menyatakan jika PCNU berkomitmen memastikan masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga aktor utama yang berbekal spiritualitas dan keterampilan praktis.

Menurutnya, keberhasilan investasi di Cilegon tidak bisa dilepaskan dari kearifan lokal yang menjunjung tinggi kekuatan doa dan zikir.

"Kita harus memberikan pemahaman kepada pihak industri bahwa Cilegon memiliki sejarah kuat sebagai kota santri. Masyarakat masih meyakini doa adalah bagian utama saat investasi masuk. Ada kekhawatiran jika industri berjalan tanpa kedekatan spiritual, dampaknya bisa kurang baik bagi masyarakat," ujar Erick.

PCNU Cilegon, sambung Erick, kini tengah merumuskan konsep kerja sama yang saling menguntungkan (win-win solution). Fokus utamanya adalah membekali santri dengan keterampilan praktis yang dibutuhkan dunia kerja, tanpa meninggalkan akar ilmu agama.

Salah satu poin yang akan diusulkan, mulai dari mendorong industri memberikan pelatihan teknis kepada santri, seperti menjahit, penguasaan teknologi, dan keterampilan praktis , industri mendukung pemberdayaan ekonomi, sementara santri berkontribusi dalam penguatan kegiatan keagamaan di lingkungan perusahaan.

“Melalui visi ini, PCNU Cilegon berharap identitas "Kota Santri" dan "Kota Industri" tidak lagi dipandang sebagai dua kutub yang berseberangan, melainkan satu kesatuan yang saling menguatkan. Dengan adanya sinergi ini, para santri diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi baru yang membawa keberkahan sekaligus kemajuan bagi Kota Cilegon,” pungkas Erick. (Ully)

Komentar
Tag Terkait