SERANG, TitikNOL - Gubernur Banten, Rano Karno akan segera menemui Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN&RB) yang baru, Asman Abnur, untuk membahas sisa tenaga honorer kategori 1 (K1).
“Dengan adanya reshuffle kita akan membuat surat ke Menpan RB tentang K1. Hari ini saya minta ketemu dengan Menpan,” kata Rano.
Keinginan Rano bertemu Menpan cukup beralasan. Sebab, Menpan sebelumnya, Yuddy Chrisnandi pernah menjanjikan pengangkatan tenaga honorer K1 Provinsi Banten yang berjumlah 359 orang. Yuddy ketika itu juga meminta Rano untuk menemuinya jika ingin menyelesaikan persoalan honorer K1.
“Ya, waktu itu kan katanya mau menyelesaikan K1. Saya diminta ketemu. Beliau pun pernah kesini, tapi dirinya sedang menjalani ibadah umroh,” tukasnya.
Rano menegaskan, sisa honorer K1 tersebut harus diangkat menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS) karena semua kelengkapan dokumen sudah terpenuhi.
“Harus diangkat, kan dokumen sudah segala macam. Dan kalau dihitung, formasi pegawai kita juga kan masih kurang. Yang ada sekarang 4.600, seharusnya 7.000 orang. Setiap tahun dianggarkan (penerimaan CPNS), kan sayang jadi Silpa. Harus ada kepastian dari pusat,” cetusnya.
Sementara Sekda Banten, Ranta Soeharta mengatakan, pada Rabu (27/7/2016), sebenarnya perwakilan honorer K1 ke Kantor Kemenpan. Namun, tak berselang lama Presiden Jokowi mengumumkan reshuffle kabinet.
“Anak-anak TKS kan pagi kesana (Kemenpan), cuma siangnya jam 2 kan dicopot,” ungkapnya. (Kuk/rif)
Video Pasangan Remaja Berbuat Mesum diduga di Banten Viral di Medsos
Cara Meracik Obat Perangsang Wanita Secara Alami
18 Agustus 1945 - UUD Negara Republik Indonesia Disahkan dalam Sidang PPKI
Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Ditangkap di Bandara Selandia Baru Cuma Gara-gara Ini
Tempat Kuliner Pizza Italia Terbaik Hadir di Kota Cilegon
Cara Meluruskan Rambut Permanen Secara Alami
Khasiat Minum Air Asam Jawa untuk Kesehatan
Banyak KTP Ganda Menjelang Pilkada, DPR Panggil Dirjen Dukcapil
Manfaat Bunga Korejat Sebagai Obat Tetes Mata Alami
Ini Nama Pejabat Banten yang Dipanggil Kejati Terkait Dugaan Korupsi RSJ Tahap I