Minggu, 3 Mei 2026

Organisasi Wanita di Cilegon Diajak Lebih Melek Digital Cegah Kejahatan Siber

CILEGON, TitikNol - Momen peringatan Hari Kartini dimanfaatkan oleh organisasi wanita di Kota Cilegon untuk meningkatkan kapasitas anggotanya melalui edukasi literasi digital. Pembekalan literasi digital yang digelar kali ini, untuk membekali para ibu dengan pemahaman mendalam mengenai keamanan teknologi, mengingat tingginya potensi ancaman siber saat ini.

Ketua GOW Kota Cilegon sekaligus Istri Wakil Walikota Cilegon, Nur Kusuma Ngarasati menyampaikan bahwa banyak ibu-ibu yang belum memahami risiko saat memberikan data pribadi seperti alamat email atau nomor telepon pada platform yang tidak terverifikasi.

“Hal-hal sederhana seperti saat mendaftar sesuatu, banyak yang tidak paham bahwa sebaiknya menggunakan email khusus yang terpisah. Kami juga mengingatkan bahaya undangan pernikahan melalui tautan (link) palsu yang ternyata bukan dari pihak penyelenggara. Ini bisa berujung pada pencurian data pribadi hingga pengurasan isi rekening,” kata Raras,” Selasa (21/4/2026).

Sebagai langkah preventif, sambung Raras, peserta diberikan tips praktis untuk memutus akses jika terlanjur mengklik tautan yang mencurigakan. Salah satu langkah cepat yang disarankan adalah dengan mengaktifkan airplane mode (mode pesawat) pada ponsel selama 1 hingga 5 menit guna menghentikan akses jaringan pihak asing.

Selain modus penipuan konvensional, kegiatan ini juga menyoroti bahaya kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

“Ibu-ibu harus lebih pintar memfilter informasi. Kami ingin mereka mengenali mana yang aman dan mana yang merupakan indikasi penipuan, lalu menyebarkan edukasi ini kepada anggota lainnya yang tidak hadir,” tambahnya.

Meskipun saat ini belum ada data resmi mengenai jumlah kasus penipuan di lingkungan organisasi, kesadaran akan ancaman tersebut dianggap sangat mendesak. Mengingat hampir seluruh ibu-ibu kini memiliki smartphone, edukasi ini menjadi langkah awal yang vital untuk membangun ketahanan digital.

Ke depannya, pihak penyelenggara berkomitmen untuk menjadikan edukasi digitalisasi sebagai agenda rutin. Fokus program selanjutnya akan diarahkan pada sektor UMKM agar para pelaku usaha perempuan dapat memanfaatkan teknologi dengan lebih aman dan produktif untuk mengembangkan bisnis mereka.

“Edukasi ini adalah langkah awal agar kaum wanita di Cilegon tidak hanya melek teknologi, tetapi juga cerdas dan aman dalam menggunakannya,” pungkasnya. (Ully)

Komentar
Tag Terkait