CILEGON, TitikNol - Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon melalui Bagian Kesra Setda Kota Cilegon menargetkan 10 hingga 20 persen lulusan program beasiswa full sarjana dapat bekerja di perusahaan/industri.
Analis Kebijakan Ahli Muda Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Kota Cilegon Ali Irfan mengatakan, sejak 2021 silam dari program Beasiswa Full Sarjana total mahasiswa yang lulus sebanyak 702 orang. Dari total 702 orang yang lulus ini, pemerintah menargetkan lulusan dari program beasiswa full sarjana sebanyak 10-20 persen.
“Kalau ditanya target penyerapan, kita belum melihat dari angka pasti. Tapi untuk tahap awal, kalau dalam 6 bulan pertama ada sekitar 10–20 persen lulusan yang terserap kerja, itu sudah cukup baik. Karena kita juga harus melihat kondisi industri, termasuk pembukaan rekrutmen dan turnover perusahaan,” kata Ali,” Selasa (7/4/2026).
Ali menambahkan, 20 persen target lulusan program beasiswa full sarjana ini merupakan salah satu acuan untuk melihat program beasiswa full sarjana memang banyak dirasakan oleh warga Cilegon.
“Nantinya evaluasi yang akan kami lakukan itu dengan menggunakan berbasis data melalui tracer study. Kami akan lakukan tracer study dalam waktu dekat ini. Jadi yang baru kita tracer untuk program beasiswa pada 2021 lalu,” tambah Ali.
Ia menjelaskan, tracer study tersebut akan menjadi instrumen utama dalam mengukur dampak program, termasuk tingkat penyerapan kerja lulusan di dunia industri.
Pasalnya, setelah menyelesaikan pendidikan, para penerima beasiswa sudah tidak lagi berada dalam sistem program, sehingga perlu dilakukan penelusuran melalui survei.
“Karena setelah lulus, mereka sudah keluar dari program, jadi kita menggunakan survei untuk mengetahui kondisi mereka,” ujarnya.
Menurutnya, jika hasil survei menunjukkan masa tunggu kerja yang cukup lama, maka hal tersebut akan menjadi bahan evaluasi. Pemerintah akan mendorong peningkatan kompetensi lulusan, baik melalui penambahan hard skill maupun pelatihan lainnya.
“Kalau ternyata masa tunggu cukup lama, misalnya sampai 6 bulan, kita akan evaluasi. Bisa jadi mereka perlu tambahan hard skill atau kompetensi lain. Maka dari itu, kita juga mendorong dukungan dari Disnaker melalui BLK untuk meningkatkan kemampuan mereka,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia mengakui bahwa program Beasiswa Cilegon Juara belum dapat diukur keberhasilannya secara menyeluruh, mengingat program tersebut masih relatif baru dan masih dalam tahap pengembangan.
“Saat ini kita masih dalam tahap mitigasi dan evaluasi berbasis data,” tuturnya.
Ke depan, Pemkot Cilegon juga berupaya menyesuaikan program studi bagi penerima beasiswa agar tidak hanya berfokus pada kebutuhan industri di wilayah Cilegon, tetapi juga membuka peluang kerja di luar daerah.
Sementara itu, jumlah penerima beasiswa pada tahun ini mengalami peningkatan menjadi 763 orang, dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 511 orang.
Peningkatan tersebut dilakukan berdasarkan masukan dari berbagai perguruan tinggi serta kebutuhan untuk mencetak sumber daya manusia yang selaras dengan kebutuhan industri. (Ully)
Video Pasangan Remaja Berbuat Mesum diduga di Banten Viral di Medsos
Cara Meracik Obat Perangsang Wanita Secara Alami
18 Agustus 1945 - UUD Negara Republik Indonesia Disahkan dalam Sidang PPKI
Ini Nama Pejabat Banten yang Dipanggil Kejati Terkait Dugaan Korupsi RSJ Tahap I
Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Ditangkap di Bandara Selandia Baru Cuma Gara-gara Ini
26 Jenis Daun Tanaman yang Berkhasiat Untuk Obat
Tempat Kuliner Pizza Italia Terbaik Hadir di Kota Cilegon
Cara Meluruskan Rambut Permanen Secara Alami
Cara Ampuh Mengobati Asam Lambung atau Maag dengan Tepung Sagu
3 Waktu yang Dilarang Hubungan Seks Suami Istri dalam Islam