CILEGON, TitikNol - Kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa 49 santri di Kota Cilegon akhirnya ditanggapi langsung oleh Walikota Cilegon, Robinsar.
Walikota Cilegon, Robinsar mengatakan, akan berkoordinasi langsung dengan Dinas Kesehatan guna memastikan penanganan korban berjalan maksimal sekaligus mengevaluasi kronologis kejadian.
Ia menganggap jika persoalan ini menyangkut soal keselamatan nyawa masyarakat khsusunya anak-anak. Dari kejadian ini, ia pun tidak akan segan mengambil langkah tegas terhadap penyedia makanan yang terbukti lalai.
"Kami akan cek lebih detail soal perizinannya. Jika hasil evaluasi menunjukkan adanya pelanggaran SOP yang fatal, kami akan mengeluarkan rekomendasi kepada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP/BGN) untuk dilakukan penutupan sementara sampai semuanya diperbaiki," tegas Robinsar ditemui di Situ Rawa Arum,” Jumat (17/4/2026).
Sebagai langkah preventif ke depan, sambung Robinsar dirinya berencana melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lapangan, khususnya terhadap pihak-pihak yang menyelenggarakan penyediaan makanan massal (dapur umum).
"Ini menjadi perhatian serius karena bahaya. Penyelenggara dapur harus benar-benar menjalankan operasional sesuai standar kesehatan. Kami akan turun langsung memastikan apakah mereka sudah memenuhi syarat atau belum," tambah Robinsar.
Orang nomor satu di Cilegon mengingatkan pentingnya kesadaran dari masyarakat selaku penerima manfaat terkait batas waktu aman konsumsi makanan (expired time). Hal ini krusial untuk menghindari kontaminasi bakteri akibat makanan yang didiamkan terlalu lama.
"Makanan itu punya batas waktu. Jangan sampai makanan yang seharusnya dikonsumsi siang hari, justru baru dimakan sore hari. Itu sangat berpotensi menyebabkan keracunan. Jadi, baik penyedia maupun penerima harus sama-sama disiplin mengikuti aturan agar kejadian serupa tidak terulang," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Sebanyak 49 santri Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Inayah di Kota Cilegon diduga mengalami keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (16/4/2026) pukul 16.30 WIB. Menu yang dikonsumsi para siswa saat itu adalah mie ayam. Setelahnya, siswa mengeluh mual, pusing, hingga muntah. (Ully)
Video Pasangan Remaja Berbuat Mesum diduga di Banten Viral di Medsos
Cara Meracik Obat Perangsang Wanita Secara Alami
18 Agustus 1945 - UUD Negara Republik Indonesia Disahkan dalam Sidang PPKI
Ini Nama Pejabat Banten yang Dipanggil Kejati Terkait Dugaan Korupsi RSJ Tahap I
Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Ditangkap di Bandara Selandia Baru Cuma Gara-gara Ini
26 Jenis Daun Tanaman yang Berkhasiat Untuk Obat
Tempat Kuliner Pizza Italia Terbaik Hadir di Kota Cilegon
Cara Meluruskan Rambut Permanen Secara Alami
Cara Ampuh Mengobati Asam Lambung atau Maag dengan Tepung Sagu
3 Waktu yang Dilarang Hubungan Seks Suami Istri dalam Islam