Pantauan di lokasi, sejumlah warga memilih mengungsi ke rumah warga yang tidak terkena banjir, musola hingga masjid.
Sementara sejumlah warga memilih bertahan menyelamatkan barang-barang, dan berharap segera ada bantuan makanan darurat dari pemerintah daerah.
“Dari sore jam 5, masih tinggi airnya barang-barang naik keatas, tidur engga bisa, mengungsi nya mah dibelakang,” kata Ine salah satu warga terdampak banjir.
Ine mengaku takut air kembali naik, yang membuatnya berjaga didepan rumahnya.”saya mah disini aja depan rumah, takut airnya naik lagi,” lanjutnya.
Dia berharap segera ada bantuan dari pemerintah daerah, karena sampai saat ini belum ada bantuan makanan darurat.
“Belum (ada bantuan) dilihat juga kagak, semuanya beras, minyak, sembako, apa ke sarimi,” pungkasnya.
Pantauan di lokasi, sejumlah warga terdampak banjir juga terlihat membersihkan halaman rumah, sembari menunggu air surut. Mereka kesulitan untuk memasak karena peralatan dapur terendam banjir.
Podcast TITIKSIGI - Pembentukan Kabupaten Cilangkahan Layakah?
FEKRAF Banten Bertemu Menteri Ekraf, Dorong Pengembangan Ekosistem Ekonomi Kreatif Banten
Harga Sembako di Pasar Tradisional di Cilegon Masih Normal
3 Waktu yang Dilarang Hubungan Seks Suami Istri dalam Islam
Cara Ampuh Mengobati Asam Lambung atau Maag dengan Tepung Sagu
Podcast TITIKSIGI - Uday Suhada Ungkap Catatan Buruk Hibah Ponpes Banten