SERANG, TitikNOL - Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Virus Corona yang dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah Prawiranegara (RSDP) Serang kembali bertambah.
Wabah yang berasal dari Wuhan, China ini menjadi pandemi di beberapa negara. Bahkan, saat ini pun, Provinsi Banten telah mengeluarkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) untuk mencegah penyebaran Covid 19.
Kepala Humas RSDP Serang Khoirul Anam mengatakan, pasien yang kelima yang diisolasi di RSDP Serang ini merupakan rujukan dari RAKS Cilegon. Pasien mengalami keluhan batuk, pilek dan sesak.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, kata Anam, pasien memiliki riwayat kontak dengan Warga Negara Asing (WNA). Menurutnya, pasien masuk ruang Isolasi pada pukul 11.30 WIB.
"Teman-teman, hari ini ada 1 lagi PDP laki-laki, usia 30 tahun, masuk tanggal 16 Maret 2020 rujukan dari Raks cilegon, keluhan batuk, pilek dan sesak riwayat pernah kontak dengan WNA, " katanya kepada awak media, Senin, (16/03/2020).
Dengan adanya pasien tersebut, maka jumlah pasien yang dalam pengawasan medis RSDP Serang berjumlah tiga orang.
Ia menghimbau kepada masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan, makan makanan gizi yang seimbang, cuci tangan kaki sabun dengan air yang mengalir serta yang wajib adalah bila demam dan sesak nafas segera berobat ke fasilitas kesehatan.
"Selain itu, rajin berolahraga dan istirahat cukup, gunakan masker bila batuk atau tutup mulut dengan lengan atas bagian dalam serta minum air putih 8 gelas perhari," jelasnya. (Son/TN1)
Video Pasangan Remaja Berbuat Mesum diduga di Banten Viral di Medsos
18 Agustus 1945 - UUD Negara Republik Indonesia Disahkan dalam Sidang PPKI
Tempat Kuliner Pizza Italia Terbaik Hadir di Kota Cilegon
Khasiat Minum Air Asam Jawa untuk Kesehatan
Banyak KTP Ganda Menjelang Pilkada, DPR Panggil Dirjen Dukcapil
Ini Nama Pejabat Banten yang Dipanggil Kejati Terkait Dugaan Korupsi RSJ Tahap I
PPP Gelar Mukernas di Banten
Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Ditangkap di Bandara Selandia Baru Cuma Gara-gara Ini
Banten Lama Jadi Tempat Launching Bank Banten
Tinjau Pelabuhan Merak, Komisi V DPR RI Minta 'Zero Accident'