SERANG, TitikNOL - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Klas I Tanggerang merilis, selama satu pekan dari tanggal 10 sampai 16 Januari 2020, telah terjadi gempabumi tektonik sebanyak 19 kali di Banten.
Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Geofisika Klas I Tangerang Urip Setiyono mengatakan, selama sepekan ini tidak ada laporan gempabumi yang dirasakan maupun merusak.
Menurutnya, sebaran pusat gempabumi (episenter) umumnya berada di laut, yaitu pada zona pertemuan lempeng Indo-Australia dan Eurasia di bagian selatan Provinsi Banten hingga Jawa Barat. Adapun kekuatan gempabumi yang terjadi bervariasi dari magnitudo 1.9 hingga magnitudo 4.0.
"Umumnya kalau di Banten ini terjadi di laut Selatan Banten yang memanjang ke Aceh sampai ke Nusa Tenggara," katanya saat dihubungi TitikNOL, Jumat, (17/01/2020).
Ia menyebutkan, dari 19 kejadian gempabumi, 95 persen merupakan gempabumi dangkal dengan kedalaman pusat gempanya kurang dari 60 kilometer.
Berdasarkan catatan data BMKG, gembabumi paling banyak dialami pada tanggal 13 Januari 2020 dengan enam kali kejadian. Sedangkan tanggal 12 Januari 2020 tidak tercatat kejadian gempabumi di wilayah Banten dan sekitarnya.
"Kalau gempa tidak dipengaruhi oleh cuaca karena yang satunya atmosfer yang satunya proses batuan, jadi tidak saling mempengaruhi. Sementara yang sudah ada nggak terlalu signifikan sekitar 5 magnitudo, 4 magnitudo," ujarnya.
Ia pun menghimbau kepada masyarakat agar siap siaga dalam menghadapi bencana. Sebab, minim kejadian gempa sepatutnya tidak menjadikan lengah. Masyarakat wajib mengetahui titik evakuasi yang aman di daerahnya masing-masing.
"Intinya harus siap siaga minimal dapat melindungi diri dan cepat mencari perlindungan. Tetap berlatih, kalau keluar rumah bisa mencari titik aman dan bisa berlindung di tempat aman setiap saat," tukasnya. (Son/TN1)
Dana Tebusan Amnesti Pajak di Banten Capai Rp2,8 Triliun
Kecelakaan Beruntun Terjadi di Tol Tangerang - Merak KM 75.800
Warga Serang Tega Bacok Saudaranya Gara-gara Ayam Bangkok
Instagram Kembangkan Alat Deteksi Followers dan Like Palsu
Launching PGMI, STAI Asy Syukriyyah Gelar Kuliah Umum
Bahaya yang Timbul Akibat Penikahan Dini Terhadap Kesehatan
Mahasiswa Banten Tolak Pertemuan IMF-World Bank di Bali
Tiga Pengguna Narkoba Serang Timur Diringkus Polisi
RW 4 Pagedangan Dicanangkan Jadi "Kampung KB"