SERANG, TitikNOL - Penolakan kenaikan harga BBM kembali disuarakan puluhan mahasiswa. Mereka melakukan demontrasi dengan memblokade Jalan Alteri di Kota Serang.
Dalam aksinya, para mahasiswa membentangkan spanduk yang bertuliskan kecaman pada pemerintahan Jokowi-Maruf Amin yang tidak mencerminkan keberpihakan kepada rakyat.
Atas hal itu, polisi melakukan rekayasa lalu lintas untuk melancarkan kendaraan.
Korlap Aksi, Sapri mengatakan, pemerintahan Jokowi-Maruf membuat ilusi demi meredamnya kemarahan rakyat dengan mengeluarkan bantuan langsung tunai (BLT).
"Dalam kenaikan BBM, subsidi terus dinaikan dan menurunkan BBM non subsidi," katanya, Kamis (8/9/2022).
Ia menilai, BLT yang diberikan Rp150 per bulan, sangat jauh untuk memnuhi kebutuhan hidup masyarakat.
"Pemerintah mengeluarkan BLT untuk terdampak harga BBM sebesar Rp600 ribu untuk 4 bulan (Rp150 ribu per bulan). Skema ini masuk pada pembungkaman gerakan rakyat," ujarnya.
Terlebih kenaikan BBM, dapat memicu naiknya kebutuhan pokok rakyat atau sembako, ongkos transportasi, memukul UMKM, menurunkan daya beli masyarajar dan meningkatkan pengangguran dan kemiskinan
Untuk itu, Aliansi Ampera menuntut menolak kenaikan BBM, turunkan harga bahan pokok dan pangan, brantas mafia penimbun BBM bersubsidi. (TN3)
Video Pasangan Remaja Berbuat Mesum diduga di Banten Viral di Medsos
18 Agustus 1945 - UUD Negara Republik Indonesia Disahkan dalam Sidang PPKI
Ini Nama Pejabat Banten yang Dipanggil Kejati Terkait Dugaan Korupsi RSJ Tahap I
Cara Meracik Obat Perangsang Wanita Secara Alami
26 Jenis Daun Tanaman yang Berkhasiat Untuk Obat
Cara Ampuh Mengobati Asam Lambung atau Maag dengan Tepung Sagu
3 Waktu yang Dilarang Hubungan Seks Suami Istri dalam Islam
Manfaat Bunga Korejat Sebagai Obat Tetes Mata Alami
Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Ditangkap di Bandara Selandia Baru Cuma Gara-gara Ini
Mendagri Ingatkan Gubernur Banten Soal Penanganan Penyebaran Covid 19