SERANG, TitikNOL - Memasuki Bulan Ramadan, pedagang bunga dadakan di kawasan Pasar Lama Kota Serang kebanjiran rezeki.
Seperti biasanya, nenjelang datangnya bulan suci ramadan, pedagang meraup keuntungan besar, karena banyaknya konsumen yang membeli bunga untuk keperluan ziarah kubur.
Rata-rata, para pembeli bunga musiman di Jalan Hasannudin, tepatnya Di Pasar Lama, Kota Serang, merupakan pembeli yang hendak berziarah ke makam Sultan Maulana Hasanudin Banten.
“Sudah lima tahun berjualan, paling pas hari-hari besar sama menjelang puasa, baru kami jualan," kata Nariyah, salah satu pedagang bunga, ditemui di lapaknya, Jumat (3/5/2019).
Nariyah mengatakan, biasanya ia berjualan seminggu menjelang puasa di pinggiran jalan. Ia mengaku mendapatkan keuntungan Rp50-100 ribu perharinya.
”Satu plastik dijual Rp5 ribu, Alhamdulillah mendekati puasa ramai pembeli,” ungkapnya.
Jenis bunga yang dijual pun bermacam-macam mulai dari melati mawar, sedap malam hingga bunga untuk jiarah ditawarkan kepada para konsumen. Tak hanya itu, air dan wewangian untuk nyekar jiarah pun banyak diburu konsumen.
“Nanti puasa libur jualan sambung lagi menjelang lebaran,” singkatnya.
Sementara itu, Elis, salah satu pembeli mengaku terbantu dengan adanya pedagang musiman ini, lantaran dirinya membeli di tempat yang hendak ke tempat berjiarah.
”Terbantu banget karena satu arah sama tempat ziarah dan memang sudah biasa setiap tahunnya membeli disini,” singkatnya. (Gat/TN1)
Video Pasangan Remaja Berbuat Mesum diduga di Banten Viral di Medsos
Cara Meracik Obat Perangsang Wanita Secara Alami
18 Agustus 1945 - UUD Negara Republik Indonesia Disahkan dalam Sidang PPKI
Tempat Kuliner Pizza Italia Terbaik Hadir di Kota Cilegon
Cara Meluruskan Rambut Permanen Secara Alami
Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Ditangkap di Bandara Selandia Baru Cuma Gara-gara Ini
Khasiat Minum Air Asam Jawa untuk Kesehatan
Banyak KTP Ganda Menjelang Pilkada, DPR Panggil Dirjen Dukcapil
Manfaat Bunga Korejat Sebagai Obat Tetes Mata Alami
Ini Nama Pejabat Banten yang Dipanggil Kejati Terkait Dugaan Korupsi RSJ Tahap I