SERANG, TitikNOL - Palang pintu Kereta Api (KA) di kawasan Bangkalok, Kelurahan Pasuluhin, Kecamatan Walantaka, dikeluhkan warga setempat.
Pasanya, palang pintu itu tidak berfungsi dan dianggap membahayakan warga yang melintas. Terlebih tidak ada petugas yang berjaga.
Asih (30), seorang guru honorer yang juga sering melintas di lokasi itu mengaku khawatir saat melintasi palang pintu itu.
"Kayanya palang pintu itu hanya pajangan semata, orang sudah ada 3 bulan masa dibiarkan tanpa petugas yang mengoperasikannya, saya khawatir ini membahayakan," kata Asih kepada wartawan, Jumat (15/9/2017).
Asih mengatakan, jika perlintasan tersebut sering dilewati oleh warga setempat khususnya para anak sekolah dasar yang setiap hari harus menyebrangi palang pintu tersebut.
"Saya sering mendengar di daerah lain suka kecelakaan, makanya saya enggak mau itu terjadi kepada anak-anak sekolah," ungkapnya.
Ia berharap, Pemerintah Kota Serang segera menugaskan seseorang untuk mengoperasikan palang pintu tersebut, agar fungsi pembangunan tersebut bisa bermanfaat bagi warga banyak.
"Kami berharap kepada pemerintah supaya memperhatikan hal itu. Karena biar bermanfaat buat warga banyak dan sesuai dengan fungsinya, tidak hanya sekarang hanya pajangan semata," pungkasnya.
Perlu diketahui, Pemerintah Kota (Pemkot) Serang membangun 17 titik palang pintu dengan menggunakan dana Swadaya. Hal tersebut bertujuan untuk mengindari kecelakaan yang melewati jalur perlintasan Kereta Api. (Gat/red)
Video Pasangan Remaja Berbuat Mesum diduga di Banten Viral di Medsos
18 Agustus 1945 - UUD Negara Republik Indonesia Disahkan dalam Sidang PPKI
Tempat Kuliner Pizza Italia Terbaik Hadir di Kota Cilegon
Khasiat Minum Air Asam Jawa untuk Kesehatan
Banyak KTP Ganda Menjelang Pilkada, DPR Panggil Dirjen Dukcapil
Ini Nama Pejabat Banten yang Dipanggil Kejati Terkait Dugaan Korupsi RSJ Tahap I
PPP Gelar Mukernas di Banten
Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Ditangkap di Bandara Selandia Baru Cuma Gara-gara Ini
Banten Lama Jadi Tempat Launching Bank Banten
Tinjau Pelabuhan Merak, Komisi V DPR RI Minta 'Zero Accident'