LEBAK, TitikNOL - Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya, menantang tarung salah satu pesilat dari luar negeri yang hadir di acara pengukuhan dan penetapan Galih Panglipur Banten di Pendopo Setda, Lebak, Jumat (3/5/2019) kemarin.
Tapi tarung kali ini bukan tarung sungguhan, melainkan bentuk keakraban yang dilakukan Bupati kepada para pesilat dari berbagai negara yang hadir di acara itu.
Iti memperagakan silat dan bertarung dengan seorang pesilat luar negeri. Peragaan silat Iti pun mendapat perhatian dan sambutan hangat dari para pesilat dunia yang tengah mengikuti lawatan ke Kabupaten Lebak itu.
Di bawah pembinaan Pedepokan Kasundan, pengurus Galih Pangliour Banten dikukuhkan. Padepokan Kasundan sendiri, merupakan wadah berkumpulnya aliran dan perguruan pecak silat.
Dikatakan Iti, momen tersebut sebagai motivasi bagi para pesilat di Kabupaten Lebak, untuk lebih berkarya serta berprestasi mengharumkan nama daerah dan bangsa baik di tingkat nasional maupun mancanegara.
"Dalam budaya hari ini kita dipersatukan dari perbedaan agama, suku dan negara," ungkapnya.
Menurutnya, pemerintah daerah konsisten dalam membangun peradaban yang berakter, salah satunya melalui budaya pencak silat.
"Kami yakin kalau kita konsisten akan lahir Iko Uwais yang lain di Kabupaten Lebak," imbuhnya.
Untuk diketahui, selain para pesilat dari dalam negeri, pengukuhan Galih Panglipur Banten juga dihadiri oleh para pesilat dari berbagai negara Eropa dan asia seperti Malasyia, Singapura, Prancis, Belanda, India, Amerika dan Suriname. (Gun/TN1)
Pola Hidup Sehat Ala Atlet
Penyebab Telinga Sakit saat Mengunyah
Sebarkan Malware, Google Hapus Aplikasi Ini di Google Play Store
Caleg NasDem Wibowo Kritisi Pemkot Serang Soal Penangan Miskin Ekstrem
Isi Jabatan Kosong, Gubernur Banten akan Segera Lakukan Rotasi Mutasi
Manfaatkan Kebijakan Pengapusan Denda Pajak, Warga Lunasi Pajak yang Nunggak 7 Bulan
BPKAD Sebut Pinjaman Daerah Tahap II Senilai Rp4,1 T Tidak Perlu Agreement
Kapolres Serang Resmikan Aula Sarja Aria Rancana dan Gedung Bhayangkari Cabang Serang
Cerita Pilu Korban Tewas KM Orange, Keluarga Minta Kampus IPB Tanggungjawab