LEBAK, TitikNOL – Dua buah kapal tongkang yang mengangkut Semen Merah Putih di dermaga milik PT Cemindo Gemilang, tertahan dan tidak bisa ke luar dari kawasan dermaga karena terhalang oleh perahu yang disandarkan nelayan di sekitar dermaga.
Pantauan wartawan di lokasi, hingga Sabtu (21/1/2017) malam ini, dua kapal tongkang yakni Kapal Harmoni Sejati (kapal cargo yang membawa semen) dan kapal Venus milik Philipina masih tertahan di dermaga. Padahal dua kapal itu sudah selesai melakukan bongkar muat semen dan akan kembali berlayar.
Terkait hal ini, Kapolsek Bayah AKP Sadimun membenarkannya. Menurutnya, dua kapal tongkang itu tertahan karena aksi protes dari para nelayan Bayah kepada PT Cemindo Gemilang masih berlanjut.
"Iya betul, tapi tertahan sih tidak. Itukan sipatnya pleksibel kalau sudah beres muatannya bisa saja keluar. Kita juga sekarang sedang melakukan mediasi, tatkala kapal itu akan keluar kita akan minta perahu-perahu nelayan dipinggirkan dahulu, setelah itu perahu nelayan bisa ditambatkan lagi," tukas Sadimun, Sabtu (21/1/2017).
Baca juga: Aksi Nelayan Bayah Berlanjut, Aktivitas Dermaga PT. Cemindo Lumpuh
Seperti diketahui, sejumlah nelayan di kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak melakukan aksi protes kepada PT Cemindo Gemilang. Mereka menuding, perusahaan yang memproduksi Semen Merah Putih itu tidak menepati janjinya untuk memberikan konpensasi kepada nelayan yang sudah dirugikan akibat keberadaan dermaga. (Gun/Rian/red)
Video Pasangan Remaja Berbuat Mesum diduga di Banten Viral di Medsos
18 Agustus 1945 - UUD Negara Republik Indonesia Disahkan dalam Sidang PPKI
Tempat Kuliner Pizza Italia Terbaik Hadir di Kota Cilegon
Khasiat Minum Air Asam Jawa untuk Kesehatan
Banyak KTP Ganda Menjelang Pilkada, DPR Panggil Dirjen Dukcapil
Ini Nama Pejabat Banten yang Dipanggil Kejati Terkait Dugaan Korupsi RSJ Tahap I
PPP Gelar Mukernas di Banten
Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Ditangkap di Bandara Selandia Baru Cuma Gara-gara Ini
Banten Lama Jadi Tempat Launching Bank Banten
Tinjau Pelabuhan Merak, Komisi V DPR RI Minta 'Zero Accident'