SERANG, TitikNOL - Maraknya kekerasan terhadap perempuan dan anak yang menimpa sebagian besar daerah di Indonesia, membuat Kementerian Perlindungan Perempuan dan Anak menggelar workshop uji publik pelatihan yang responsif gender dan ramah anak bagi media.
Dikatakan Imiarti MH, Kabid Media elektronik dan Deputi Partisipasi Masyarakat bahwa perempuan dan anak masih belum ramah media. Dimana, hal ini harus mendapatkan perhatian khusus. Soalnya, saat ini belum bersifat good news and bad news.
"Misalnya kasus kekerasan, yang banyak di ekspose korbannya. Seharusnya kan yang dikejar adalah pelakunya. Ini lah yang membuat perempuan dan anak tidak ramah di media," kata Imiarti, kepada wartawan, di Hotel Ratu Bidakara, Senin (20/6/2016).
Sementara itu, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat Desa (BPPMD) Provinsi Banten Sigit Switarto mengatakan, tujuan kegiatan ini, agar bisa berkomunikasi dengan media secara khusus melalui diskusi dan workshop.
"Kita mencoba melakukan langkah komunikasi dengan media. Secara program di Banten sektor pemberdayaan perempuan dan anak, kita masih menginduk ke lembaga perlindungan perempuan dan masyarakat desa. Makanya kita harapkan kegiatan ini bisa membuat ramah anak bagi media," ungkapnya. (Meghat/rif)
Video Pasangan Remaja Berbuat Mesum diduga di Banten Viral di Medsos
Cara Meracik Obat Perangsang Wanita Secara Alami
18 Agustus 1945 - UUD Negara Republik Indonesia Disahkan dalam Sidang PPKI
Ini Nama Pejabat Banten yang Dipanggil Kejati Terkait Dugaan Korupsi RSJ Tahap I
Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Ditangkap di Bandara Selandia Baru Cuma Gara-gara Ini
26 Jenis Daun Tanaman yang Berkhasiat Untuk Obat
Tempat Kuliner Pizza Italia Terbaik Hadir di Kota Cilegon
Cara Meluruskan Rambut Permanen Secara Alami
Cara Ampuh Mengobati Asam Lambung atau Maag dengan Tepung Sagu
3 Waktu yang Dilarang Hubungan Seks Suami Istri dalam Islam