LEBAK, TitikNOL - Ratusan warga Desa Pamubulan, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak yang terdiri dari perangkat desa dan tokoh masyarakat serta pemuda, melakukan aksi penutupan paksa mesin conveyor milik PT. Cemindo Gemilang, Senin (11/6/2018).
Aksi ini dilakukan oleh warga, karena menganggap keberadaan conveyor tersebut mengganggu lingkungan sekitar, terutama soal kebisingan.
Warga pun menuding, tidak adanya sosialisasi yang dilakukan oleh pihak perusahaan kepada warga saat pengoperasian conveyor tersebut.
Dian, Ketua BPD Pemubulan mengaku bahwa pihaknya sempat menyampaikan surat kepada pihak perusahaan agar menghentikan pengoperasian conveyor.
"Surat kami tidak ditanggapi, makanya kami hentikan paksa sekarang. Kami hanya minta agar conveyor dihentikan karena sangat mengganggu warga," ujar Dian di lokasi aksi.
Baca juga: Aktivitas Belt Conveyor PT. Cemindo Jadi Sorotan
Di tempat yang sama, Kepala Desa Pamubulan, Juhani, menuturkan, tingkat kebisingan yang ditimbulkan conveyor telah melampaui baku mutu Lingkungan Hidup yang telah ditetapkan sebagaimana diatur dalam keputusan menteri Lingkungan Hidup nomor: KEP-48/MENLH/11/1996.
"Kami minta pengoperasian conveyor ini dikaji ulang, agar tidak ada warga yang dirugikan," ujarnya.
Pantauan wartawan, para warga berkumpul di lokasi comveyor dan menuntut paksa agar aktivitas conveyor dihentikan. (Ryan/TN1)
Menu Makanan yang Wajib Dikonsumsi Ibu Hamil saat Berpuasa
Menikah, Angelica Simperler Tunda Bulan Madu
Dua Bus Terlibat Kecelakaan di Tol Tangerang - Merak KM 56
11 Kali Berturut-turut, Pemkab Serang Raih Opini WTP BPK
Cara Atasi Anak yang Takut Pada Jarum Suntik
Cara Menjaga Pola Tidur Selama Bulan Puasa
Lepas Kafilah MTQ, Wali Kota Helldy Optimistis Dapat Hasil Memuaskan
Manny Pacquiao Mulai Gelar Latihan Jelang Hadapi Vargas
DPRD Sayangkan Pertumbuhan Ekonomi Kota Serang Lambat
Beberapa Kesalahan Umum saat Menggambar Alis