SERANG, TitikNOL - Calon Gubernur Banten nomor urut dua Rano Karno, mengapresiasi kinerja media dan pewarta di Provinsi Banten. Apresiasi itu disampaikan langsung, saat dirinya menggelar diskusi terbatas bersama para pewarta di Tangerang, Kamis (1/12/2016) kemarin.
"Media massa sebagai partner yang memberikan kontribusi positif terhadap meningkatnya kesejahteraan masyarakat, "kata Rano.
Menurut Rano, jika media selama ini selalu berdampingan dan mengkritik terhadap pembangunan di Banten dan hal tersebut tidak boleh dilihat sebagai beban. Tapi sebaliknya, sebagai kebutuhan yang harus hadir agar penyelenggaraan pemerintahan bisa diawasi.
"Media itu pilar demokrasi. Tidak perlu alergi dengan kritik dan pengawasan. Media massa adalah instrumen yang bisa menghubungkan kita dengan kegelisahan yang berkembang di tengah masyarakat," lanjutnya.
Dalam kesempatan itu, Rano juga sempat mengutip kode etik jurnalistik bagi para wartawan di Indonesia. Ia menyebut pemberitaan di media sepatutnya akurat, berimbang dan tak beritikad buruk.
Menanggapi pernyataan Rano Karno, dalam kesempatan berbeda Aditya Perdana, dosen ilmu politik UI menyatakan, pers harus aktif dalam menyuarakan kegelisahan rakyat.
Dirinya juga berharap, pers jangan sampai dikooptasi seperti masa lalu dan mendudukan posisi pers sebagai corong kepentingan politik.
"Di era demokrasi seperti sekarang demokrasi tak jarang dibajak oleh sejumlah kalangan. Hal tersebut dapat dimaklumi karena setiap redaksi memiliki kebijakannya sendiri-sendiri yang bersifat independen dan mandiri. Akan tetapi sangat disayangkan apabila ada pers yang semestinya menjadi pilar demokrasi justru berkolaborasi dengan kekuatan politik yang tak berpihak pada kepentingan rakyat," tukasnya.
Secara khusus Aditya juga menyoroti tanggung jawab media untuk mencerdaskan masyarakat melalui informasi yang benar dan bisa dipertanggungjawabkan. "Jangan sampai berita yang muncul di media itu berangkat dari dusta, kebohongan, dan fitnah. Jangan sampai ada wartawan mengabaikan etika dan kepatutan. Wartawan itu profesi profetik yang memperjuangkan kenyataan, bukanPenyebar kebohongan," pungkasnya. (Meghat/red)
Video Pasangan Remaja Berbuat Mesum diduga di Banten Viral di Medsos
Tempat Kuliner Pizza Italia Terbaik Hadir di Kota Cilegon
18 Agustus 1945 - UUD Negara Republik Indonesia Disahkan dalam Sidang PPKI
Pola Hidup Sehat Ala Atlet
Penyebab Telinga Sakit saat Mengunyah
Sebarkan Malware, Google Hapus Aplikasi Ini di Google Play Store
Arief Rivai Madawi Ditunjuk Sebagai Dirut PT PCM
Khasiat Luar Biasa Air Putih Campuran Lemon dan Madu
Tanaman Mirip Lumba-lumba Mini Hebohkan Jepang