TitikNOL - Apa yang dialami pasangan di Kota Nara, Jepang ini cukup langka. Selama 20 tahun, seorang lelaki bernama Okou Katayama tak berbicara kepada istrinya, Yumi, meskipun tinggal seatap dan membesarkan tiga orang anak bersama-sama.
Dilansir dari laman Odditycentral, Rabu (4/1/2017), selama dua dekade terakhir, Okou hanya memberikan respon berupa anggukan dan gelengan kepala bila diajak bicara oleh Yumi. Melihat ada yang tak beres, putra mereka, Yoshiki yang berusia 18 tahun, mengirim surat ke sebuah stasiun televisi dan berharap hal itu bisa membantunya memperbaiki keadaan.

Dalam surat yang dikirim, Yoshiki memberitahu bahwa ayahnya sebentar lagi bakal pensiun. Dia khawatir situasi canggung kedua orangtuanya bakal berakhir dengan perceraian.
Stasiun televisi tersebut kemudian mengatur pertemuan antara Okou dan Yumi di sebuah taman. Sementara anak-anak mereka melihat dari kejauhan.
Okou terlihat sulit sekali membuka mulutnya. Meski pada akhirnya dia lah yang pertama kali mengajak Yumi berbicara.
"Entah bagaimana ceritanya kita sudah lama tidak bicara," katanya. Mendengar itu, Yoshiki dan dua kakaknya menangis haru.
Okou kemudian mengungkapkan alasannya mengapa cukup lama bungkam terhadap Yumi. Ternyata, dia puasa bicara selama 20 tahun lantaran cemburu Yumi terlalu peduli dengan anak-anak mereka.
"Kamu begitu khawatir tentang anak-anak," katanya. "Saya agak ... cemburu," ucapnya lagi.
Namun Okou mengaku menyesal dengan sikapnya tersebut. Dia pun berjanji tak akan mengulangi perbuatannya dan ingin memperbaiki keadaan.
Sumber: www.suara.com
Sejumlah Negara dengan Kualitas Hidup Terbaik di Dunia
Sebuah Sepeda Motor Hangus Terbakar di Jalan Raya Merak-Cilegon
Tujuh Paranormal Tersakti di Dunia
Habiskan Uang APBD Miliaran, Shelter Bus Trans Cilegon Mandiri Dibiarkan Terbengkalai
Buruh di Cikande Ditemukan Tewas di Dalam Kontrakan
Merasa Kesepian, Nenek Ini Rela Sewa Wanita untuk Jadi Anaknya
Terkait KCS, Helldy - Sanuji Disomasi Aliansi Masyarakat Cilegon Bersatu
Di Masa Pandemi, SMP-SMA Islam NFBS Serang Gelar Tasyakuran Secara Online
Tak Sengaja Dipenjara, Pria Ini Dapat Ganti Rugi Sebesar Rp8,1 Miliar
Wantimpres Minta Lulusan Madrasah Aliyah di Cilegon Tidak Boleh Pesimis