TitikNOL - Handuk kotor berisiko menimbulkan infeksi dan jerawat pada tubuh seseorang. Bahaya dapat timbul apabila handuk individu tercampur dengan lainnya yang bisa menghasilkan bakteri seperti Staphylococcus aureus.
Dilansir Independent, handuk kotor dapat menyimpan berbagai macam jamur dan bakteri yang membahayakan bagi tubuh. Terlebih lagi dengan adanya campuran kotoran kulit tubuh manusia dan sebagainya yang membuat handuk sudah seperti sarang kuman. Jika dibiarkan kotor, kuman tersebut tentu saja akan terus berkembang sehingga dapat mengakibatkan masalah kesehatan kulit pada seseorang nantinya.
Mengenai masalah handuk, Ahli Mikorobiologi dan Patologi dari University School of Medicine di New York, Philip Tierno mencoba mengungkapkannya. Menurut dia, handuk maksimal hanya bisa dipakai sebanyak tiga kali. Penggunaan itu pun dengan syarat setidaknya selalu kering secara keseluruhan setiap dipakai.
Menurut Tierno, handuk yang basah memang harus dikeringkan dulu. Namun apabila tercium bau, mau tidak mau harus dicuci. “Jika ada bau yang datang dari handuk dan di manapun areanya berarti ada mikroba yang tumbuh dan harus dicuci,” ujar dia.
Tierno menerangkan, handuk dikenal sebagai tempat tepat bagi mikroba untuk berkembang biak. Pada handuk terdapat air, suhu hangat, oksigen, makanan dan pH yang netral. Ditambah lagi dengan tubuh manusia yang memasok kondisi tempat hidup mereka lebih ideal.
Sumber: www.republika.co.id
18 Agustus 1945 - UUD Negara Republik Indonesia Disahkan dalam Sidang PPKI
Video Pasangan Remaja Berbuat Mesum diduga di Banten Viral di Medsos
Tempat Kuliner Pizza Italia Terbaik Hadir di Kota Cilegon
Khasiat Minum Air Asam Jawa untuk Kesehatan
Ini Nama Pejabat Banten yang Dipanggil Kejati Terkait Dugaan Korupsi RSJ Tahap I
PPP Gelar Mukernas di Banten
Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Ditangkap di Bandara Selandia Baru Cuma Gara-gara Ini
Cara Meracik Obat Perangsang Wanita Secara Alami
Polisi Tetapkan Suami yang Selingkuh dengan Mertua di Serang Tersangka Perzinahan
Polisi Buru Pemilik Satu Tronton Miras Impor yang Diamankan di Pelabuhan Merak