TitikNOL - Hari Raya Nyepi 1 Saka 1938 jatuh pada tahun ini bertepatan dengan fenomena alam Gerhana Matahari Total.
Bagi umat Hindu di Indonesia, terutama masyarakat di Pulau Bali, merupakan kesempatan untuk mendekatkan diri pada Sang Hyang Widi Wasa melalui doa, berpuasa dan introspeksi. Selain itu, bermacam-macam kegiatan sehari-hari dihentikan dan berlaku untuk semua terlepas umat Hindu atau bukan, sehingga umat yang merayakan dapat melakukan ibadahnya secara maksimal.
Dengan mengikuti keempat elemen dari Catur Brata Penyepian:
- Amati Geni, yaitu tidak menyalakan api
- Amati Karya, tidak bekerja
- Amati Lelungan, yaitu tidak bepergian
- Amati Lelanguan, berpuasa dan tidak melakukan kegiatan bersenang-senang
maka umat Hindu mendapatkan kesempatan introspeksi dalam menyambut Tahun Baru Saka.
Dalam hal simbiosis dengan alam, maka secara langsung Nyepi pun merupakan aksi nyata untuk mengurangi dampak negatif dari gaya hidup modern yang serba konsumtif dan berirama super-cepat. Untuk itu, masyarakat yang tidak merayakan Nyepi pun dapat mengambil pelajaran dari praktek tahunan yang bermakna pada pembaruan, introspeksi dan harmoni dengan alam.
Sumber: www.elshinta.com
Video Pasangan Remaja Berbuat Mesum diduga di Banten Viral di Medsos
Pola Hidup Sehat Ala Atlet
Penyebab Telinga Sakit saat Mengunyah
Sebarkan Malware, Google Hapus Aplikasi Ini di Google Play Store
Tanaman Mirip Lumba-lumba Mini Hebohkan Jepang
Bupati dan Wakil Bupati Lebak Dilantik Gubernur Banten
Tempat Kuliner Pizza Italia Terbaik Hadir di Kota Cilegon
Usung Kamera Ganda, Xiaomi Rilis Redmi Note 5 Pro
Si Mungil Namun Besar Manfaatnya