TitikNOL - Pada saat membuat rencana pernikahan, Anda mungkin akan menaruh sebagian besar pernikahan pada busana pengantin. Namun, memilih busana pengantin yang sempurna bukanlah hal yang mudah.
Busana pengantin dianggap penting karena hari pernikahan adalah hari yang mungkin hanya terjadi sekali seumur hidup. Oleh karenanya, Anda harus benar-benar memilih busana yang bagus dan tidak membuat Anda menyesal dikemudian hari.
Arief Rachman selaku Marketing Director Parakrama Organizer mengatakan, para calon pengantin kebanyakan mendapatkan inspirasi dari idolanya.
“Jadi mereka suka ingin menggunakan sama seperti artis, atau public figure yang diidolakannya,” ucapnya dalam acara konferensi pers Gebyar Pernikahan Indonesia di Jakarta, Kamis (15/9/2016).
Hal tersebut baru saja terjadi di Thailand ketika seorang selebriti, Noey Chotika, melangsungkan pernikahannya dengan enam gaun yang berbeda.

Pernikahan Noey menjadi berita besar di Thailand dan busana pengantin yang digunakannya kini menjadi tren di negara tersebut.
Enam busana pengantin ini dipakai bergantian selama dua minggu perayaan pernikahannya.
Salah satu yang paling populer adalah gaun pengantin putih raksasa yang dipakainya untuk acara pesta.
Setelah itu, dia juga tampil mengenakan busana lain seperti atasan dan rok bernuansa merah muda berhiaskan berlian dan bordir.
Mungkin busana yang digunakan Noey ini dapat Anda jadikan inspirasi untuk busana pernikahan Anda kelak.
Sumber: www.harianindo.com
Video Pasangan Remaja Berbuat Mesum diduga di Banten Viral di Medsos
18 Agustus 1945 - UUD Negara Republik Indonesia Disahkan dalam Sidang PPKI
Tempat Kuliner Pizza Italia Terbaik Hadir di Kota Cilegon
Khasiat Minum Air Asam Jawa untuk Kesehatan
Banyak KTP Ganda Menjelang Pilkada, DPR Panggil Dirjen Dukcapil
Ini Nama Pejabat Banten yang Dipanggil Kejati Terkait Dugaan Korupsi RSJ Tahap I
PPP Gelar Mukernas di Banten
Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Ditangkap di Bandara Selandia Baru Cuma Gara-gara Ini
Banten Lama Jadi Tempat Launching Bank Banten
Tinjau Pelabuhan Merak, Komisi V DPR RI Minta 'Zero Accident'