TitikNOL - Kasus penipuan yang melibatkan agen perjalanan haji dan umrah First Travel memang sukses mencuri perhatian. Bahkan, presenter Indra Bekti mengaku terkena imbas dari kasus tersebut. Indra yang diketahui juga memiliki bisnis travel kini mengaku tak banyak melakukan promosi.
"Kebetulan saya punya travel juga, yang ada umrah dan haji juga. Mencoba untuk jualan, lagi entar dulu deh. Jangan terlalu banyak promosi dulu. Takutnya orang masih jaga-jaga menggunakan jasa travel untuk umrah dan haji," papar Indra Bekti di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, belum lama ini.
Indra pun memberikan tipsnya agar terhindar dari penipuan agen perjalanan. Menurutnya, konsumen tak seharusnya langsung tergiur dengan penawaran harga murah.
"Pertama, jangan tergiur dengan harga murah. Walaupun aku pernah berangkat dengan harga murah, cuma fasilitasnya tak memadai. Masih banyak kekurangan. Jadi lebih diambil pelajaran," ungkapnya.
Selain harga, fasilitas yang disediakan juga harus diperhatikan. "Terus dilihat fasilitasnya seperti apa dan carilah travel yang sudah terpercaya dan kredibel. Intinya harus hati-hati," ujar Bekti.
"Jangan tergiur sama yang murah dan keberangkatan yang cepat. Kayaknya di situ ada permainan. Kalau ada jadwal yang pasti itu baru kita percaya," jelas Indra Bekti mengakhiri.
Berita ini telah tayang di bintang.com, Senin 28 Agustus 2017 dengan judul Kasus First Travel, Bisnis Indra Bekti Kena Imbas
18 Agustus 1945 - UUD Negara Republik Indonesia Disahkan dalam Sidang PPKI
Video Pasangan Remaja Berbuat Mesum diduga di Banten Viral di Medsos
Tempat Kuliner Pizza Italia Terbaik Hadir di Kota Cilegon
Ini Nama Pejabat Banten yang Dipanggil Kejati Terkait Dugaan Korupsi RSJ Tahap I
PPP Gelar Mukernas di Banten
Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Ditangkap di Bandara Selandia Baru Cuma Gara-gara Ini
Cara Meracik Obat Perangsang Wanita Secara Alami
Polisi Tetapkan Suami yang Selingkuh dengan Mertua di Serang Tersangka Perzinahan
Polisi Buru Pemilik Satu Tronton Miras Impor yang Diamankan di Pelabuhan Merak
Ini Kata Pj Gubernur Soal Mahasiswa yang Dapat Tindakan Represif di Paripurna HUT Banten ke23