TitikNOL - Penyanyi Katy Perry merilis lagu terbarunya bertajuk Chained to the Rhythm, pada Jumat (10/2). Untuk lagu itu Perry berkolaborasi dengan Skip Marley, penyanyi asal Jamaika yang juga cucu dari penyanyi reggae legendaris Bob Marley.
Menurut laporan EW, dalam penggarapan lagu tersebut penyanyi berusia 32 tahun itu turut dibantu produser musik Max Martin. Itu bukanlah kali pertama Perry dan pencetak hits asal Swedia tersebut berkolaborasi.
Sebelumnya, Martin telah membantu Perry lewat lagu hit I Kissed A Girl. Ia pun ikut menulis untuk lagu Roar dan Dark Horse, yang berhasil meraih puncak tangga lagu Billboard Hot 100.
Kini dalam lagu pop dengan sentuhan nuansa musik reggae itu, selain Martin yang ikut dalam produksi, penyanyi Sia disebutkan turut membantu Perry dalam menulis lagu barunya.
Sebelum merilis lagu itu, Perry sempat memberikan isyarat dengan menyebarkan bola disko untuk dapat mendengar cuplikannya pertama kali. Bola itu tersebar di 24 lokasi di berbagai belahan dunia.
Lagu ini pun menjadi lagu terbaru Perry, setelah terakhir kali merilis Rise untuk Olimpiade NBC 2016. Spekulasi mengatakan, Perry yang hendak memberi penampilan ke-limanya di panggung Grammy Awards 2017 akan membawakan lagu barunya itu untuk pertama kali.
Perilisan lagu barunya ini diikuti dengan video lirik sebagai pengiring yang komikal. Perry seolah mengajak para penggemarnya untuk bergoyang mengikuti hentak musiknya yang kali ini lebih riuh. (Sumber: www.cnnindonesia.com)
Video Pasangan Remaja Berbuat Mesum diduga di Banten Viral di Medsos
18 Agustus 1945 - UUD Negara Republik Indonesia Disahkan dalam Sidang PPKI
Tempat Kuliner Pizza Italia Terbaik Hadir di Kota Cilegon
Ini Nama Pejabat Banten yang Dipanggil Kejati Terkait Dugaan Korupsi RSJ Tahap I
PPP Gelar Mukernas di Banten
Cara Meracik Obat Perangsang Wanita Secara Alami
Polisi Tetapkan Suami yang Selingkuh dengan Mertua di Serang Tersangka Perzinahan
Polisi Buru Pemilik Satu Tronton Miras Impor yang Diamankan di Pelabuhan Merak
Ini Kata Pj Gubernur Soal Mahasiswa yang Dapat Tindakan Represif di Paripurna HUT Banten ke23