TitikNOL - Bos Yamaha, Lin Jarvis sesalkan atas kepindahan Jorge Lorenzo dari Yamaha ke Ducati. Jarvis menilai, keputusan ini mengganggu sepak terjang Yamaha di MotoGP 2016 lalu.
Yamaha sebenarnya sudah mengajukan tawaran baru untuk Lorenzo. Namun, pembalap asal Spanyol ini malah menyeberang ke Ducati. Lorenzo menerima tawaran Ducati pada pertengahan April 2016, sebelum MotoGP 2016 berakhir.
Padahal, saat itu Lorenzo masih harus menjalani 15 dari 18 seri MotoGP bersama Yamaha. Kondisi ini disebut Jarvis sebagai gangguan pada saat MotoGP 2016.
"Konsistensi pada umumnya membawa hasil positif. Namun, tak selalu seperti itu, karena Anda bisa saja tampil buruk secara konsisten. Namun, jika Anda tak punya gangguan, Anda bisa fokus dan menyelesaikan pekerjaan dengan baik. Itu hal yang penting, karena untuk menang di level ini, Anda perlu segala hal berlangsung dengan baik," kata Jarvis seperti dilansir Crash.
"Jadi, fakta bahwa Jorge memutuskan pindah di awal musim, sulit untuk mengukur apa efeknya di musim ini. Namun, ini jelas mengganggu. Ini tak perlu diragukan lagi," ujarnya menambahkan.
Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez akhirnya sukses menyabet gelar juara dunia MotoGP 2016. Sedangkan dua pembalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo harus puas finis di posisi 2 dan 3.
Sumber: www.viva.co.id
Video Pasangan Remaja Berbuat Mesum diduga di Banten Viral di Medsos
18 Agustus 1945 - UUD Negara Republik Indonesia Disahkan dalam Sidang PPKI
Ini Nama Pejabat Banten yang Dipanggil Kejati Terkait Dugaan Korupsi RSJ Tahap I
Cara Meracik Obat Perangsang Wanita Secara Alami
26 Jenis Daun Tanaman yang Berkhasiat Untuk Obat
Cara Ampuh Mengobati Asam Lambung atau Maag dengan Tepung Sagu
3 Waktu yang Dilarang Hubungan Seks Suami Istri dalam Islam
Manfaat Bunga Korejat Sebagai Obat Tetes Mata Alami
Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Ditangkap di Bandara Selandia Baru Cuma Gara-gara Ini
Mendagri Ingatkan Gubernur Banten Soal Penanganan Penyebaran Covid 19