TitikNOL - Juara bertahan MotoGP, Jorge Lorenzo, telah membuat keputusan menarik dengan hijrah dari Yamaha ke Ducati. Apa komentar Valentino Rossi?
Tajuk utama media olahraga dunia belakangan menyoroti keputusan Lorenzo untuk hengkang ke pabrikan asal Italia tersebut mulai awal musim 2017 mendatang.
Rossi pernah melakukan keputusan yang sama pada 2011 saat bergabung dengan Ducati usai masa sukses bersama Yamaha. Sayang,rider Italia itu gagal saat putuskan ‘pulang kampung’.
Berbicara soal keputusan Lorenzo ke Ducati, Rossi menilai hal itu tidak akan banyak mengubah situasi yang tengah terjadi saat ini.
"Itu sebuah perubahan yang menarik. Kami menikmati bertahun-tahun masa di Yamaha, kami berdua memenangkan begitu banyak, tapi untuk saya itu tak mengubah apapun," tutur Rossi, seperti dilansir dari La Gazzetta dello Sport.
Membalap bersama Yamaha, Lorenzo berhasil menjadi juara MotoGP sebanyak tiga kali beruntun dalam enam tahun terakhir. Sementara Rossi, yang tak terkalahkan pada era 2000-an awal, masih belum bisa menembus dominasi Lorenzo dan para pembalap Honda.
The Doctor, julukan Rossi, pun yakin ia masih akan bersaing ketat dengan Lorenzo, meski sang rival sekarang akan hijrah ke Ducati.
"Saya tahu kemampuan Lorenzo sebagai pembalap dan saya pikir dia akan tampil kompetitif dengan Ducati," tambah pembalap 37 tahun itu.
Saat ini, Lorenzo menduduki peringkat dua klasemen pembalap MotoGP dengan berada di belakang andalan Honda, Marc Marquez, dan di depan Rossi.
Sumber: www.viva.co.id
Video Pasangan Remaja Berbuat Mesum diduga di Banten Viral di Medsos
18 Agustus 1945 - UUD Negara Republik Indonesia Disahkan dalam Sidang PPKI
Tempat Kuliner Pizza Italia Terbaik Hadir di Kota Cilegon
Khasiat Minum Air Asam Jawa untuk Kesehatan
Banyak KTP Ganda Menjelang Pilkada, DPR Panggil Dirjen Dukcapil
Ini Nama Pejabat Banten yang Dipanggil Kejati Terkait Dugaan Korupsi RSJ Tahap I
PPP Gelar Mukernas di Banten
Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Ditangkap di Bandara Selandia Baru Cuma Gara-gara Ini
Banten Lama Jadi Tempat Launching Bank Banten
Tinjau Pelabuhan Merak, Komisi V DPR RI Minta 'Zero Accident'