TitikNOL - Pembalap MotoGP, Dani Pedrosa, mengakhiri spekulasi dengan menandatangani perpanjangan kontrak selama dua tahun dengan Honda. Pembalap asal Spanyol ini dikaitkan akan pindah ke tim Yamaha Movistar, dan akan menjadi rekan Valentino Rossi.
Namun, Pedrosa mengumumkan ia tetap setia dengan Honda sampai 2018 mendatang. Dengan demikian, maka kesempatan Maverick Vinales untuk bergabung menjadi rekan Rossi semakin terbuka.
"Saya sangat senang bisa mengumumkan pembaharuan kontrak dengan Repsol Honda. Saya sangat berterimakasih kepada Honda atas kepercayaan mereka dengan memperbaharui kontrak tambahan dua tahun," kata Pedrosa dilansir dari Crash, Selasa 17 Mei 2016.
Menurut Pedrosa, negosiasi antara dirinya dengan Honda berjalan dengan cepat, sehingga kini ia bisa segera fokus ke balapan. Pedrosa menambahkan, ia ingin memberikan 100 persen pada GP Italia, akhir pekan nanti.
Sementara itu, HRC Executive Vice President, Shuhei Nakamoto mengatakan, ia sangat menghargai loyalitas Pedrosa untuk korporasi. Ia pun senang dengan kontrak baru antara Honda dan Pedrosa.
Hampir seluruh karir Pedrosa dihabiskan bersama Honda, sejak ia berada di kelas 125cc tahun 2001. Ia menjadi Juara Dunia untuk kelas 125cc dan dua kali untuk kelas 250cc.
Pedrosa menjadi runner up di kelas MotoGP tiga kali (2007,2010 dan 2012). Kemudian diperingkat tiga sebanyak tiga kali (2008, 2009 dan 2013). Pedrosa sudah membalap untuk Honda sebanyak 142 dengan 51 kemenangan.
Sumber: www.viva.co.id
Video Pasangan Remaja Berbuat Mesum diduga di Banten Viral di Medsos
18 Agustus 1945 - UUD Negara Republik Indonesia Disahkan dalam Sidang PPKI
Tempat Kuliner Pizza Italia Terbaik Hadir di Kota Cilegon
Khasiat Minum Air Asam Jawa untuk Kesehatan
Banyak KTP Ganda Menjelang Pilkada, DPR Panggil Dirjen Dukcapil
Ini Nama Pejabat Banten yang Dipanggil Kejati Terkait Dugaan Korupsi RSJ Tahap I
PPP Gelar Mukernas di Banten
Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Ditangkap di Bandara Selandia Baru Cuma Gara-gara Ini
Banten Lama Jadi Tempat Launching Bank Banten
Tinjau Pelabuhan Merak, Komisi V DPR RI Minta 'Zero Accident'