Minggu, 3 Mei 2026

20 Koperasi Merah Putih Terima Bantuan Mobil Truk, Dandim Cilegon Wanti-Wanti Jangan Angkut Tambang Ilegal

CILEGON, TitikNol - Sebanyak 20 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di wilayah Kabuapaten Serang dan Kota Cilegon menerima bantuan kendaraan operasional berupa truk. Bantuan satu unit Mobil Truk disebut bisa membantu kelancaran operasional Koperasi Desa Merah Putih.


Komandan Kodim (Dandim) 0623/Cilegon, Letkol Inf Imam Buchori memberikan peringatan keras agar penggunaan 1 truk ini digunakan untuk untuk mendorong peningkatan perekonomian masyarakat perdesaan.


“Peruntukan kendaraan ini adalah untuk operasional koperasi, seperti mendukung distribusi logistik, mengangkut hasil pertanian, serta pengadaan bahan pokok untuk kebutuhan koperasi. Jangan sampai kendaraan ini disalahgunakan untuk angkut pasir ilegal maupun tambang ilegal. Kita juga sudah mengingatkan kepada Babinsa dan pengelola koperasi agar kendaraan digunakan sesuai peruntukannya,” kata Letkol Inf Imam Buchori usai Penyerahan truk itu dilakukan secara simbolis di Alun-Alun Kota Cilegon,” Kamis (16/4/2026).


Ia menambahkan, bantuan kendaraan ini tidak berhenti pada tahap awal saja, melainkan akan terus dikembangkan secara bertahap sesuai kebutuhan di lapangan.


"Ke depan, secara bertahap fasilitas ini akan terus dilengkapi. Saat ini baru truk, nanti akan ada tambahan seperti kendaraan roda tiga (tosa), kendaraan 4x4, hingga perlengkapan lainnya," tambahnya.


Imam berharap seluruh fasilitas pendukung tersebut dapat segera dimanfaatkan oleh koperasi agar operasional dapat berjalan optimal dalam waktu dekat.


"Harapannya dalam waktu dekat seluruhnya sudah bisa beroperasi," tambahnya.


Dari total 20 unit yang disalurkan, sebagian akan didistribusikan ke wilayah Kota Cilegon dan sisanya ke Kabupaten Serang.


Untuk Kota Cilegon sendiri, diperkirakan sekitar sembilan unit truk akan digunakan, sementara sisanya akan dimanfaatkan oleh koperasi di Kabupaten Serang.


Sementara itu, Wali Kota Cilegon, Robinsar, menyambut baik bantuan tersebut dan berharap dapat segera memberikan dampak nyata bagi perekonomian masyarakat.


“Harapan kami tentu kendaraan ini bisa segera beroperasi. Namun untuk operasional, tentu harus didukung kesiapan gerai koperasinya," ujarnya.


Menurutnya, keberadaan Koperasi Merah Putih menjadi salah satu instrumen penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dari level paling bawah.


"Kami melihat ini sebagai bagian dari upaya mendorong ekonomi dari level paling bawah, yaitu dari desa, kelurahan, dan masyarakat," katanya.


Ia juga menyinggung skema distribusi barang yang akan diterapkan oleh koperasi, termasuk penggunaan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk menjaga stabilitas harga di masyarakat.


"Dengan adanya Koperasi Merah Putih, apalagi nanti barang yang dijual menggunakan skema Harga Eceran Tertinggi (HET)," pungkasnya. (Ully)

Komentar
Tag Terkait