Sabtu, 2 Mei 2026

Bank Jatim Kuasai Saham Milik Bank Banten Hingga 0,05 Persen

SERANG, TitikNol - Direktur Utama Bank Banten Muhammad Busthami mengatakan jika Bank Jatim memiliki saham milik Bank Banten sebesar 0,05 persen atau sebesar 27.511.900.

Sementara saham yang dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Banten sebesar 66.11 persen atau 34.289.755.661.

Hal itu disampaikan dalam Public Expose usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Pendopo Gubernur Banten.

Busthami menjelaskan, kepemilikan saham 0,05 persen dari Bank Banten ke Bank Jatim ini berdasarkan mekanisme pembelian saham yang telah diputuskan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

“Jadi saham 0,05 persen dari Bank Banten ke Bank Jatim ini tidak mengambil jatah dari Pemprov Banten, karena porsi nya sangat kecil,” jelas Busthami kepada awak media,” Selasa (28/4/2026).

Busthami merinci, untuk saat ini saham yang dimiliki Pemprov Banten senilai Rp 34.289.755.661 atau sebesar 66,11 persen. Sedangkan Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk senilai Rp 27.511.900 atau 0,05 persen sedangkan saham milik masyarakat sebesar Rp 17. 553.170.705 atau sebesar 33,84 persen.

“Secara total saham yang ada Bank Banten saat ini sebesar Rp 51.870.438.266,” ujarnya.

Lebih lanjut, kata Busthami, untuk total aset Bank Banten mencapai Rp 10,001 triliun per akhir 2025. Peningkatan ini ditopang oleh ekspansi kredit dan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK). Penyaluran kredit tercatat meningkat dari Rp 3,85 triliun pada 2024 menjadi Rp 5,06 triliun pada 2025 atau tumbuh sekitar 32 persen.

“Untuk 2026, Bank Banten menargetkan pertumbuhan aset sebesar 22 persen, kredit 56 persen, dan DPK 37 persen. Laba bersih diproyeksikan meningkat hingga 60 persen,” lanjutnya.

Sementara untuk laba Bank Banten terus mengalami peningkatan. Pada 2023, laba tercatat sebesar Rp 26,59 miliar, kemudian naik menjadi Rp 39,33 miliar pada 2024, dan kembali tumbuh pada 2025. Tren ini mencerminkan keberhasilan perseroan dalam menjalankan strategi transformasi bisnis secara konsisten.

Sementara itu, Direktur Kepatuhan Bank Banten Eko Virgianto menyoroti soal kualitas pemberian kredit yang terkendali dengan baik, meskipun agresivitas penyaluran tetap tinggi. Terutama, kredit ASN dan PPPK yang memiliki payroll di Bank Banten.

“Walaupun ini kan kita agresif ya naik 32 persen, tapi kita tekankan bahwa yang ekspansi itu benar-benar punya kualitas yang bagus oleh sebab itu low risk ya, kita targetkan di tahun 2026 NPL bisa 3,5 persen,” jelasnya.

Kendati demikian, Bank Banten masih belum fokus untuk melakukan pendanaan terhadap program pemerintah seperti MBG atau Koperasi Desa, yang sudah menjadi arahan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk terus didorong.

“Kita masih terus melakukan perbaikan internal termasuk empat kabupaten dan kota di Tangerang dan Cilegon untuk bisa bekerja sama terkait pengelolaan RKUD nya,” kata Eko. (Ully)

Komentar
Tag Terkait