Minggu, 3 Mei 2026

Inovasi "Kampung Programming": Cara Lurah di Cilegon Cetak Generasi Melek IT dan Bahasa Secara Gratis

CILEGON, TitikNol – Berawal dari keinginan menghadirkan ikon wilayah yang bermanfaat bagi masyarakat, membuat Lurah Nurcholis mencetuskan suatu inovasi yakni, Inovasi Kampung Programming. Kampung Programing ini, diluncurkan sejak November 2024 ini menjadi oase bagi warga yang ingin menguasai teknologi informasi (IT) dan bahasa asing tanpa harus mengeluarkan biaya.

Lurah Lebak Denok, Nurcholis mengatakan, terbentuknya Kampung Programming ini, karena masyarakat Lebak Denok memerlukan sesuatu yang bisa dibanggakan dan memiliki nilai jual. Melalui diskusi panjang, terpilihlah fokus pada bidang IT yang kemudian berkembang ke penguasaan bahasa asing.

"Sebagai ASN, kami merasa tidak bisa hanya menjalankan program rutin yang sudah ada. Harus ada inovasi yang lahir dari wilayah. Kami melihat kursus di luar sana umumnya berbayar, maka kami hadirkan yang berbasis komunitas dan gratis," kata Nurcholis,” Kamis (16/4/2026).

Ia menambahkan, kampung program Kng ini, tak hanya di fokuskan pada pemrograman komputer.

“Kini, masyarakat tidak hanya belajar IT, tetapi juga bisa mengikuti kelas bahasa Korea, Mandarin, dan Inggris. Untuk peserta yang mengikuti programing ini sebanyak 100 orang. Kelas IT sendiri telah diikuti sekitar 50 peserta, sementara kelas bahasa masing-masing menampung sekitar 30 orang. Peserta pun tidak hanya datang dari warga lokal, melainkan merambah ke wilayah luar berkat promosi di media sosial,” tambahnya.

Keberlanjutan Kampung Programming, sambungnya, didukung penuh oleh semangat gotong royong. Untuk tenaga pengajar, pihak kelurahan menggandeng dosen dan mahasiswa dari beberapa kampus yang mengajar secara sukarela. Bahkan, untuk kelas bahasa, terdapat ekspatriat yang telah lama tinggal di Indonesia turut membagikan ilmunya.

"Kami memetakan siapa yang punya laptop dan siapa yang belum. Beruntung, ada bantuan sekitar 10 unit laptop dari pihak ketiga yang bisa digunakan oleh warga yang ingin belajar namun belum memiliki perangkat sendiri," sambungnya.

Kampung Programming didesain secara inklusif—tidak dibatasi usia dan terbuka bagi siapa saja yang memiliki kemauan untuk belajar. Program ini diharapkan menjadi motor penggerak perubahan ekonomi warga melalui keterampilan baru.

"Goalnya adalah bagaimana masyarakat tertarik pada kemajuan IT dan bahasa asing. Harapannya, kualitas SDM kita meningkat sehingga masyarakat bisa lebih kompetitif di dunia kerja atau usaha," pungkasnya. (Ully)

Komentar
Tag Terkait