Minggu, 3 Mei 2026

Kota Serang Bakal Dibangun Zona Ekonomi Sirkular, Nilai Investasi Tembus 10 Juta US Dollar

Ketua Bappenas PBNU Doktor Ulfi
Ketua Bappenas PBNU Doktor Ulfi

SERANG, TitikNOL - Wilayah Kota Serang terus menjadi bidikan para investor untuk berinvestasi, kali ini datang dari PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama), yang menjajaki kerja sama pembangunan zona ekonomi sirkular berbasis green economy.


Nantinya, kawasan ekonomi ini akan memanfaatkan 376 hektare lahan agrikultur yang sudah ditetapkan Pemkot Serang sebagai kawasan khusus, di Kecamatan Kasemen, Kota Serang Banten.


Penjajakan dilakukan oleh Sekretaris Lakpesdam PBNU yang juga Ketua Bappenas PBNU Doktor Ufi Ulfiyah, yang ingin membangun kolaborasi strategis dalam pengembangan ekonomi hijau.


“Tujuan kita ke Kota Serang adalah menjajaki kerja sama antara PBNU dan Pemerintah Kota Serang untuk membangun green economy circular,” katanya usai pertemuan dengan Wali Kota Serang, Jumat 21 November 2025.


Nantinya, kawasan ini dikembangkan menjadi Economic Circular Zone, atau zona ekonomi sirkular, di mana akan engintegrasikan produksi pupuk organik, pertanian, dan peternakan ayam.


Ulfi mengatakan Produksi pupuk organik akan mengolah sampah pertanian seperti jerami serta limbah peternakan ayam. Di mana teknologi pengolahannya dikembangkan PBNU bersama para ahli dari Taiwan.


“Material pupuk yang kita butuhkan berasal dari sampah pertanian dan peternakan ayam, yang diolah dengan teknologi tertentu,” jelasnya


Ia mengatakan untuk kedepannya akan dibahas kesepakatan teknis, skema profit and loss, serta manfaat langsung yang bisa dirasakan masyarakat, khususnya petani.


“Secara prinsip sudah disetujui. Tinggal dibicarakan bagaimana kerja sama ini memberikan manfaat untuk masyarakat Kota Serang,” pungkasnya.


Perlu diketahui, nantinya ekonomi sirkular ini bukan kota mandiri, melainkan kawasan terpadu yang di dalamnya terdapat peternakan ayam, lahan pertanian, dan pabrik pupuk organik.


“Secara teknologi semua possible. Yang dibutuhkan hanya komitmen. Dan kita juga semua akan menggunakan tenaga lokal prinsipnya kami adalah transfer knowledge,” tegasnya.



Komentar