SERANG, TitikNOL - Seniman Banten Sulaiman Djaya melihat ada perlakuan diskriminatif dalam soal pemberian izin usaha untuk pedagang di area museum Negeri Banten. Jika pedagang kecil pemerintah melalui Satpol PP terlalu reaktif mengusir keluar. Sementara untuk pedagang besar pemerintah akomodatif memberikan fasilitas berdagang, meski secara aturan dipertanyakan.
"Mungkin kalau pedagang kecil kan uangnya kecil. Kalau pedagang besar kan uangnya juga besar," kata Sulaiman, Kamis (7/6/2018).
Ia menduga, dengan pemberian izin yang dinilai tebang pilih tersebut ada uang yang masuk ke kantong oknum-oknum terkait. "Dugaannya kan nantinya ke arah situ. Kalau nggak ada uang masuk mana mungkin orang-orang di situ mengizinkan. Semacam 'upeti' lah untuk melancarkan acara tersebut. Terus faedahnya untuk Banten apa. Apakah itu masuk ke PAD (Pendapatan Asli Daerah), saya ragu. Paling hanya masuk ke kantong-kanyong pribadi," tandasnya.
Lebih lanjut, dia menilai, pengusaha tidak sepenuhnya salah. Sebab mendapatkan "pintu" masuk dari oknum pemerintah yang memanfaatkan kegiatan untuk keuntungan pribadi. "Apalagi mau lebaran begini kan," kata Sulaiman sambil berselorohnya. (Do)
Video Pasangan Remaja Berbuat Mesum diduga di Banten Viral di Medsos
Cara Meracik Obat Perangsang Wanita Secara Alami
18 Agustus 1945 - UUD Negara Republik Indonesia Disahkan dalam Sidang PPKI
Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Ditangkap di Bandara Selandia Baru Cuma Gara-gara Ini
Tempat Kuliner Pizza Italia Terbaik Hadir di Kota Cilegon
Cara Meluruskan Rambut Permanen Secara Alami
Ini Nama Pejabat Banten yang Dipanggil Kejati Terkait Dugaan Korupsi RSJ Tahap I
Khasiat Minum Air Asam Jawa untuk Kesehatan
Banyak KTP Ganda Menjelang Pilkada, DPR Panggil Dirjen Dukcapil
Manfaat Bunga Korejat Sebagai Obat Tetes Mata Alami