Minggu, 3 Mei 2026

RSUD Butuh Anggaran Hingga Rp 33 Miliar Rampungkan Pembangunan Gedung 5 Lantai RSUD Cilegon

CILEGON, TitiokNol - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Cilegon masih kekurangan Rp 33 miliar untuk merampungkan gedung 5 lantai atau Gedung Medical Center.

Plt Direktur RSUD Cilegon, dr Ratu Robiatul Alawiyah mengatakan, pada 2026 ini, Pemkot Cilegon hanya mengalokasikan anggaran yang bersumber dari APBD Kota Cilegon sebesar Tp 10 miliar. Rp 10 miliar digunakan untuk kebutuhan lantai satu, miliar dari instalasi listrik, sistem aliran udara, dan pekerjaan bangunan agar IGD berfungsi optimal tetapi juga sebagian mulai menyasar persiapan di lantai tiga.

“Butuh anggaranya hingga Rp 33 miliar. Baru diberikan untuk lantai 1 dari APBD senilai Rp 10 miliar. Di lantai 1 nanti C akan digunakan untuk IGD dan ruang perawatan, RSUD Cilegon berencana menghadirkan layanan Katerisasi Jantung (Cath Lab),” kata dr Ratu kepada wartawan di RSUD Cilegon,” Rabu (25/3/2026).

Ia mengungkapkan, dengan keterbatasan anggaran, manajemen RSUD Cilegon berencana melakukan koordinasi dan silaturahmi ke pemerintah pusat pasca-Idul Fitri guna menjajaki peluang alokasi bantuan anggaran. Upaya ini dilakukan untuk menutupi kekurangan dana pembangunan fisik maupun pengadaan alat kesehatan (alkes).

"Kita akan coba ajukan dukungan ke pusat setelah Lebaran. Harapannya, jika pusat bisa membantu pengadaan alkes, maka anggaran daerah yang semula dialokasikan untuk alat medis bisa kita alihkan (re-alokasi) untuk mempercepat penyelesaian fisik bangunan gedung," jelasnya.

Disinggung soal kesiapan alat kesehatan, sambung Ratu, bahwa sebagian alat sudah tersedia dan siap dipindahkan ke gedung baru, khususnya untuk area IGD. Kekurangan alat penunjang lainnya, seperti penambahan alat EKG dan fasilitas ruang operasi kecil (OK Kecil), akan dipenuhi secara bertahap.

"Kami optimis layanan IGD sudah bisa pindah ke gedung baru pada Agustus nanti. Untuk pengoperasian penuh seluruh lima lantai, memang masih menunggu kesiapan anggaran. Targetnya, di rentang tahun 2026 hingga 2027, seluruh gedung sudah bisa dimanfaatkan maksimal oleh masyarakat," tambahnya.

Mengenai target pendapatan BLUD setelah gedung beroperasi penuh, saat ini pihak RSUD masih melakukan penghitungan dan evaluasi mendalam. Penambahan berbagai jenis layanan baru diyakini akan meningkatkan potensi pendapatan yang nantinya akan diputar kembali untuk peningkatan kualitas pelayanan pasien.

Dengan selesainya gedung ini, RSUD Cilegon diharapkan bertransformasi menjadi pusat layanan kesehatan yang lebih modern dan mampu menangani kasus-kasus medis kompleks tanpa harus merujuk pasien ke luar daerah. (Ully)

Komentar
Tag Terkait