Minggu, 3 Mei 2026

Selama Lebaran Volume Sampah di Kota Cilegon Naik Hingga 60 Ton Per Hari


CILEGON, TitikNol - Selama lebaran volume sampah di Kota Cilegon naik hingga 10-20 persen per hari. Kenaikan volume sampah ini naik dibandingkan hari-hari biasanya hanya 310 ton sampah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Cilegon, Sabri Mahyudin mengatakan, pada hari biasanya, rata-rata sampah yang masuk ke TPA Bangendung hanya 310 ton per hari. Sedangkan periode Lebaran ini terdapat tambahan sekitar 30 hingga 60 ton sampah setiap harinya.

“Setiap UPT berbeda-beda sampah yang dibuang. Untuk UPT 1,3 dan 4 didominasi oleh sampah jenis organik (sampah sisa sayuran, pelastik hingga sampah rumah tangga). Sementara untuk wilayah UPT 2 (khusus di wilayah Ciwandan) didominasi oleh jenis sisa bungkus makanan serta kemasan pelastik. Karena di area Ciwandan, digunakan oleh pemudik khususnya roda dua menuju Pelabuhan Ciwandan,” kata Sabri terkonfirmasi,” Kamis (26/3/2026).

Kata Sabri, Kenaikan sampah tersebut karena kebutuhan konsumsi masyarakat cenderung meningkat, termasuk aneka makanan dan minuman untuk Lebaran.

Oleh karena itu, dipastikan limbah sampah khususnya dari rumah tangga terjadi peningkatan baik sampah organik maupun sampah non organik.

Untuk petugas yang disiapkan, sambung Sabri, Dinas LH menerjunkan kurang lebih 300 orang untuk mengangkut sampah selama Lebaran kemarin. Seluruh petugas bergerak di semua UPT, termasuk melakukan pembersihan ekstra pada malam Lebaran tanpa adanya penambahan tenaga bantuan.

"Intinya kami minta kerja sama masyarakat untuk tidak membuang sampah di sembarang tempat dan mau memilah sampah sejak dari rumah," jelas Sabri.

Salah satu tantangan berat yang dihadapi petugas kebersihan adalah rendahnya kesadaran masyarakat dalam membuang sampah pada tempatnya. Kasus menonjol terjadi di kawasan Pasar Kranggot.

Meskipun petugas telah melakukan pembersihan total (clearing) pada 24 Maret, tumpukan sampah kembali muncul di lokasi lama pada 26 Maret. Padahal, pihak LH telah menyediakan kontainer sampah di lokasi baru di wilayah bongkar muat yang hanya berjarak 50 hingga 100 meter dari titik tumpukan sampah liar tersebut.

"Kesadaran masyarakat kita masih sangat lemah. Mereka tidak mau repot berjalan sedikit ke kontainer yang sudah disediakan. Kami sudah bersihkan, besoknya sampah muncul lagi di titik kosong yang bukan tempatnya," ujar narasumber DLH.

Menyikapi kondisi ini, DLH meminta kerja sama lintas instansi untuk menjaga kebersihan lingkungan. Selain berkoordinasi dengan UPT Pasar Kranggot, DLH juga mendorong adanya tindakan tegas dari Satpol PP selaku penegak Perda.

"Perlu ada tindakan tegas dari PPNS dan personel Satpol PP, baik di tingkat kota, kecamatan, hingga kelurahan, untuk melakukan penindakan terhadap pelanggar yang membuang sampah sembarangan," tegasnya. (Ully)

Komentar
Tag Terkait