SERANG, TitikNOL - Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengaku kesulitan dalam mengatasi angka kemiskinan di wilayahnya. Karena itulah ia meminta anggaran tambahan ke Pemerintah Provinsi Banten dalam mengatasi tingginya angka kemiskinan yang mencapai 5,9 persen.
"Tapi kita ambil secara garis besar itu sekitar 20 persen dan itu memang fakta di lapangan seperti itu. Bahkan warga yang menuju miskin banyak di Kabupaten Serang dengan rumah tidak layak jadi kita hitung secara keseluruhan," kata Tatu di Pendopo Gubernur, Selasa (11/10/2016).
Kendati demikian, Tatu pun mengaku kekurangan anggaran dalam mengatasi tingginya kemiskinan. Karena berdasarkan data, masih ada 12.700 warga masih tinggal di rumah tidak layak huni.
"Secara kasat mata seperti rumah atau tempat tinggal mereka masih rumah tidak laya huni dan itu masih banyak. Target 12.700 bisa selesai memang, hanya di sisi anggaran kalau kali Rp20 juta saja sudah Rp200 miliar. Ini kan menurut kita berat. Maka dari itu kita minta pemprov untuk bersama fokus menangani itu atau boleh juga sebagian ditangani oleh provinsi," ungkapnya.
Bahkan Tatu mengaku untuk memberikan bantuan harus melakukan pungutan kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN).
"Bahkan sampai PNS di kita diminta iuran untuk bantuan rumah tidak layak huni karena minim anggaran," pungkasnya. (Meght/Quy)
Video Pasangan Remaja Berbuat Mesum diduga di Banten Viral di Medsos
Pola Hidup Sehat Ala Atlet
Penyebab Telinga Sakit saat Mengunyah
Sebarkan Malware, Google Hapus Aplikasi Ini di Google Play Store
Caleg NasDem Wibowo Kritisi Pemkot Serang Soal Penangan Miskin Ekstrem
Isi Jabatan Kosong, Gubernur Banten akan Segera Lakukan Rotasi Mutasi
Manfaatkan Kebijakan Pengapusan Denda Pajak, Warga Lunasi Pajak yang Nunggak 7 Bulan
BPKAD Sebut Pinjaman Daerah Tahap II Senilai Rp4,1 T Tidak Perlu Agreement
Kapolres Serang Resmikan Aula Sarja Aria Rancana dan Gedung Bhayangkari Cabang Serang