SERANG, TitikNOL - Wali Kota Serang Syafrudin, menolak kenaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, karena dinilai memberatkan masyarakat ekonomi lemah.
Penolakannya itu akan dilayangkan melalui surat dari Pemerintah Kota (Pemkot) Serang sebagai bentuk ketidaksepakatan dengan kebijakan Kementerian Kesehatan.
"Iya menolak dan berharap dibatalkan. Ya kalau ada suratnya (dari Kemenkes) mungkin kami akan (balas) bersurat untuk tidak dinaikan," katanya kepada TitikNOL, Selasa (17/9/2019).
Apabila iuran BPJS dinaikan, kata Syafrudin, hal ini akan menambah beban anggaran di seluruh Daerah terlebih khusus Kota Serang. Pasalnya, sejauh ini pembiayaan BPJS Pemkot telah menganggarkan 11,5 miliar untuk 4 ribu jiwa.
"Kalau Pemerintah Kota Serang keberatan apabila dinaikan. Sebab ini saja sudah jadi beban pemerintah daerah kurang lebih 11,5 Miliar, kalau dinaikan mungkin akan lebih. Jadi secara keseluruhan kalau Pemerintah Pusat ini menaikan BPJS kami belum mampu," terangnya.
Untuk menindaklanjuti lebih jauh, Syafrudin mengaku akan berkoordinasi dengan para legislator serta seluruh Kepala Daerah yang ada di Banten, agar bersama-sama meminta Pemerintah Pusat mempertimbangkan kebijakan kenaikan iuran BPJS.
"Saya kira kalau semua Kepala Daerah menolak ya Pemerintah Pusat akan mempertimbangkan, sementara kalau Banten, kalau Kota Serang menolak kemudian yang lain kayaknya akan menolak," tukasnya. (Son/Tn1)
Video Pasangan Remaja Berbuat Mesum diduga di Banten Viral di Medsos
Cara Meracik Obat Perangsang Wanita Secara Alami
18 Agustus 1945 - UUD Negara Republik Indonesia Disahkan dalam Sidang PPKI
Ini Nama Pejabat Banten yang Dipanggil Kejati Terkait Dugaan Korupsi RSJ Tahap I
Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Ditangkap di Bandara Selandia Baru Cuma Gara-gara Ini
26 Jenis Daun Tanaman yang Berkhasiat Untuk Obat
Tempat Kuliner Pizza Italia Terbaik Hadir di Kota Cilegon
Cara Meluruskan Rambut Permanen Secara Alami
3 Waktu yang Dilarang Hubungan Seks Suami Istri dalam Islam
Khasiat Minum Air Asam Jawa untuk Kesehatan