CILEGON, TitikNOL - Wali kota Cilegon Edi Ariadi, melakukan pertemuan tertutup dengan manajemen PT Lotte Chemical Indonesia (LCI), Rabu (17/7/2019).
Salah satu yang dibahas dalam pertemuan itu terkait persoalan tanah, karena banyak pihak yang mengklaim kepemilikan lahan yang akan dibangun pabrik kimia asal Korea Selatan yang nilai investasinya mencapai 55 triliun itu.
Pihak PT LCI yang hadir dalam pertemuan dengan Wali kota Cilegon adalah Mr.Park, Marijono dan Nurman Hakim.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, banyaknya pihak-pihak yang mengklaim kepemilikan tanah di lahan PT LCI, ternyata telah mengganggu proyek pematangan lahan yang kini tengah berlangsung.
Bahkan dengan adanya polemik yang tak berkesudahan, pihak Lotte sepertinya tidak mau ambil pusing. Perusahaan asal Korea Selatan itu akan menghentikan pembangunan pabrik, jika persoalan-persoalan yang muncul saat ini tak kunjung selesai.
"Kata Lotte tadi, kalau perlu dilanjutin ya dilanjutin, kalau nggak, nggak apa-apa. Lotte paling rugi beli tanah, pengurukan dan lain sebagainya. Kalau kita, sayang nanti tenaga kerja kita nggak ada yang diserap," kata Edi Ariadi kepada awak media di Kantor Wali kota Cilegon, Rabu (17/7/2019).
Pernyataan Wali kota Cilegon dibenarkan oleh General Manager PT Lotte Chemical Titan Nusantara, Marijono.
"Apa kata Pak Wali tadi memang benar. Kalau kita nanti nggak selesai banyak masalah, banyak masalah ya udah tinggalin. Berhenti proyek, tidak dilanjutin," katanya. (Ardi/TN1).
18 Agustus 1945 - UUD Negara Republik Indonesia Disahkan dalam Sidang PPKI
Video Pasangan Remaja Berbuat Mesum diduga di Banten Viral di Medsos
Tempat Kuliner Pizza Italia Terbaik Hadir di Kota Cilegon
Khasiat Minum Air Asam Jawa untuk Kesehatan
Ini Nama Pejabat Banten yang Dipanggil Kejati Terkait Dugaan Korupsi RSJ Tahap I
PPP Gelar Mukernas di Banten
Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Ditangkap di Bandara Selandia Baru Cuma Gara-gara Ini
Ada Dua Berstatus ASN, Tim Pansel KASN Diragukan Kredibilitasnya
Cara Meracik Obat Perangsang Wanita Secara Alami
30 Warga Banten Terdampak Kerusuhan Papua Berhasil Pulang Kampung