SERANG, TitikNOL - Satu Keluarga Korban Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, di antara pulau Lancang dan Laki pada Sabtu (9/1/2021) lalu, sempat pamit dan tidak akan kembali lantaran menyusul suaminya yang bekerja di Kalimantan.
Yayu asisten rumah tangga korban menceritakan, sebelum berangkat korban sempat pamit dan memberikan uang kepadanya dengan membawa anak-anaknya.
"Ngasih uang ke saya, saya mau pergi selama-lamanya titip rumah yah. Kata saya jangan ngomong gitu. Sebelum pergi sempat dandan terus nyanyi di sini mau bawa anak-anak nyusul suami," kata Yayu, ditemui di kediamannya di Kompleks Taman Lopang Indah, Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang, Kota Serang, Senin (11/1/2021).
Sebelumnya, menurut Yayu, majikannya pamit untuk menyusul suaminya kerja di Kalimantan dan ingin membawa anak-anaknya.
"Berangkat hari Sabtu setengah sembilan, bilang Itu doang nyusul suami di Kalimantan. Sebelumnya juga sempat gagal berangkat karena anak-anaknya enggak mau diperiksa (Tes sebab)," ungkapnya.
Yayu mengaku tidak mengetahui jika ada pesawat jatuh. Ia mendapatkan telepon dari suami sang majikan, lantaran tidak sampai melewati batas kedatangan pesawat.
"Saya enggak tau ada pesawat jatuh, tahu dari bapaknya ko mamah engga nyampe. Terus panik saya suruh liat TV ternyata pesawat jatuh," tukasnya. (Gat/TN1)
Casey Stoner Akan Ikut Menjajal Sirkuit Austria
10 Makanan Terbaik untuk Sarapan Pagi
Pelaku Curanmor di Lebak Diringkus Polisi
Hasil MotoGP Qatar, Lorenzo Tercepat
Pendukung Anies Dideklarasikan di Banten
Kadishub Cilegon Klaim Dinasnya Bebas Pungli
Berantas Hoax, Facebook akan Rekrut Wartawan
Gejala Depresi yang Jarang Diketahui
Warga Bantah Jenazah yang Dikubur Sesuai Protokol Kesehatan di Ciruas Positif Covid-19