BANDUNG, TitikNOL - Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Asep Nana Mulyana beserta jajaran pejabat utama di lingkungan Kejaksaan Jawa Barat melakukan kunjungan ke Kantor Paguyuban Pasundan, Di Jalan Sumatra, Kota Bandung, Rabu pagi (4/8).
Kunjungan diterima langsung oleh Ketua Umum Paguyuban Pasundan, Prof. Muhammad Didi Turmudzi, Ketua Dewan Pangaping Paguyuban Pasundan, TB. Hasanuddin, para pengurus Paguyuban Pasundan, serta tokoh masyarakat Jawa Barat.
Dalam agenda tersebut Kajati Jawa Barat dan Ketum Paguyuban Pasundan melakukan dialog dengan santai.
Kepala Kejati Jawa Barat, Dr Asep N. Mulyana mengatakan, penegakkan hukum tidak berada pada ruang hampa, melainkan senantiasa berinteraksi dengan lingkungan sosialnya. Untuk itu, maka Aparat Penegak Hukum harus memahami kultur dan tradisi masyarakat, sehingga akan mampu mengakomodir kearifan lokal.
Lebih lanjut Asep mengemukakan bahwa setiap wilayah memiliki karakteristik tersendiri, serta kearifan lokal yang khas di daerah masing-masing, termasuk di Jawa Barat.
Menurut Asep, “Silaturahmi dengan Paguyuban Pasundan, merupakan salah satu upaya dari Kejati Jawa Barat dalam rangka memahami kearifan lokal, sebagai salah satu acuan dalam merumuskan dan mengimplentasikan kebijakan penegakan hukum."
Sementara Itu, Prof Didi mengapresiasi kunjungan Kajati Jabar tersebut. Ia berharap dibawah kepemimpinan Kajati baru sinergisitas antara aparatur dan masyarakat semakin erat dalam menekan pelenggaran hukum.
Paguyuban Pasundan merupakan salah satu paguyuban tertua di Indonesia yang bergerak di segala bidang, baik pendidikan, budaya, ekonomi, sosial, termasuk hukum.
Dalam kesempatan tersebut Prof Didi, mewakili Paguyuban Pasundan memberikan cendera mata berupa buku sejarah tentang Pasundan dan ikat kepala khas Sunda atau Totopong.
Sebelumnya Asep juga mengunjungi Kapolda Jawa Barat Irjen Ahmad Dofiri dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Asep diangkat menjad Kajati Jabar, setelah lolos dalam uji publik untuk jabatan Kajati Pemantapan. (TN2)
Video Pasangan Remaja Berbuat Mesum diduga di Banten Viral di Medsos
Pola Hidup Sehat Ala Atlet
Penyebab Telinga Sakit saat Mengunyah
Sebarkan Malware, Google Hapus Aplikasi Ini di Google Play Store
Caleg NasDem Wibowo Kritisi Pemkot Serang Soal Penangan Miskin Ekstrem
Isi Jabatan Kosong, Gubernur Banten akan Segera Lakukan Rotasi Mutasi
Manfaatkan Kebijakan Pengapusan Denda Pajak, Warga Lunasi Pajak yang Nunggak 7 Bulan
BPKAD Sebut Pinjaman Daerah Tahap II Senilai Rp4,1 T Tidak Perlu Agreement
Kapolres Serang Resmikan Aula Sarja Aria Rancana dan Gedung Bhayangkari Cabang Serang