CILEGON, TitikNOL – Sejumlah kebijakan pemerintah di era orde baru telah menimbulkan dampak negatif terhadap perguruan Islam Al-Khairiyah. Salah satunya kebijakan merelokasi Pondok Pesantren Al-Khairiyah untuk kepentingan pembangunan kompleks industri PT Krakatau Steel (KS) atau sekarang disebut Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC), pada era 70-an.
Demikian diungkapkan sesepuh Al-Khairiyah, Prof DR HMA Tihami MA MM, saat menyampaikan makalahnya di hadapan ribuan peserta Muktamar ke-C Al-Khairiyah di Kampus Al-Khairiyah, Citangkil, Cilegon, Sabtu (22/10/2016).
Baca juga: Ini Amanat Rano Karno Pada Muktamar Ke-9 Al-Khairiyah
“Relokasi pesantren ke tempat yang baru dan berpencarnya masyarakat termasuk kampung-kampung dan desa satelit dari pondok pesantren Al-Khairiyah saat itu, mengakibatkan seluruh spirit, ruh dan budaya pesantren tercerabut habis,” kata Tihami.
Ditambahkan Tihami, stress social menjelang penggusuran dan relokasi mengakibatkan konflik di tubuh Jamiyah Al-Khairiyah. Krisis kepemimpinan ustadz dan kiai mengakibatkan menurunnya kewibawaan ustadz dan kiai di dalam dan oleh warga jamiyahnya sendiri.
Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Al-Khairiyah Hikmatullah A Syamun ikut bicara melalui laporan pertanggungjawaban nya. Ia mengatakan, kebijakan orde baru yang telah menghapuskan kebijakan bantuan pemerintah kepada madrasah Al-Khairiyah melalui PB Al-Khairiyah, juga telah berkontibusi negatif terhadap loyalitas madrasah-madrasah Al-Khairiyah kepada PB Al-Khairiyah.
“Di Bekasi, dari belasan madrasah Al-Khairiyah saat itu, kini hanya tersisa dua saja. Lainnya telah berganti nama karena menganggap tidak adanya kontribusi PB Al-Khairiyah kepada madrasah mereka,” kata Hikmatullah.
Sementara itu, Muktamar yang dibuka pada Jumat (21/10/2016) oleh Gubernur Banten Rano Karno tersebut mengagendakan pemilihan Ketua Umum PB Al-Khairiyah yang baru. Dimana ketua umum terpilih akan menjadi pemimpin ormas Islam dengan ratusan cabang madrasahnya yang tersebar di 5 provinsi di Indonesia. (Quy)
Video Pasangan Remaja Berbuat Mesum diduga di Banten Viral di Medsos
18 Agustus 1945 - UUD Negara Republik Indonesia Disahkan dalam Sidang PPKI
Tempat Kuliner Pizza Italia Terbaik Hadir di Kota Cilegon
Cara Meracik Obat Perangsang Wanita Secara Alami
Khasiat Minum Air Asam Jawa untuk Kesehatan
Cara Meluruskan Rambut Permanen Secara Alami
Banyak KTP Ganda Menjelang Pilkada, DPR Panggil Dirjen Dukcapil
Ini Nama Pejabat Banten yang Dipanggil Kejati Terkait Dugaan Korupsi RSJ Tahap I
PPP Gelar Mukernas di Banten
Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Ditangkap di Bandara Selandia Baru Cuma Gara-gara Ini