SERANG, TitikNOL - Caderra Pasqy Naiga warga Harmoni II, Kelurahan Kasemen, Kota Serang menjadi korban penyiksaan di Kamboja.
Caderra yang berhasil kabur menuju KBRI di Kamboja menceritakan, keberangkatanya bekerja ke luar negeri karena susahnya mencari lapangan pekerjaan di Kota Serang.
Dia kemudian mencoba mencari peruntungan dengan bekerja di luar negeri, melalui media sosial dan berhasil mendapatkan penawaran bekerja rumah makan di Vietnam.
"Iya, pertama itu kita itu ditawarin ya kan bekerja di rumah makan di Vietnam. Malam itu juga, detik itu juga, saya langsung berangkat ke Jakarta. Semua dipesenin dari Grab, Grab Car dipesenin dari orang agensi itu," katanya ditemui di Pemkot Serang, Selasa 31 Maret 2026.
Caderra mengaku usai sampai ke Jakarta langsung diurus semuanya dari tiket sampai paspor oleh pihak agensi.
"Ternyata nyampe Jakarta itu kita nggak langsung bikin paspor atau langsung terbang ke Vietnam. Dipesenin tiket terbang ke Batam. Nah, selama di Batam itu kita ngurus paspor itu satu minggu. Selesai ngurus paspor itu ada yang namanya VIP line imigrasi. Jadi tanpa pertanyaan, tanpa data, di imigrasi Batam itu kita nyebrang ke Johor, baru Malaysia," lanjutnya.
Namun alih-alih ke Vietnam, Caderra malah dibawa Malaysia, disana bertemu perwakilan agensi baru dibawa ke Vietnam. Namun, sesampainya disana, kata Caderra dirinya dibawa ke Kamboja menggunaka Bis.
"Dari Johor Malaysia, orang agensi juga udah standby orang Malaysia jemput kita. Dibawa kita ke Kuala Lumpur. Nah, dari Bandara Kuala Lumpur, emang bener kita terbang ke Bandara Ho Chi Minh, Vietnam. Setelah nyampe Bandara Ho Chi Minh Vietnam itu ada lagi yang ngejemput pakai bus. Sekitar 25 orang Indonesia itu masuk bus semua," sambungnya.
Dia pun terkejut setelah 18 jam perjalanan menggunakan bus, ternyata ada di Kamboja.
"Karena kita bilang perjalanan jauh kan, 18 jam itu di bus. Pas kita pada bangun tidur udah nyampe di Kamboja, udah di kurung di perusahaan scam." Kata Caderra.
Akhirnya dia terjebak selama delapan bulan dipaksa menjadi pekerja scam atau penipuan daring. Kalau tidak mau disiksa terus menerus.
"Sekitar delapan bulan, sembilan bulan. Cuma dua bulan terakhir ini kita orang-orang Indonesia yang di Kamboja ke penampungan KBRI setelah kabur. Iya, dipaksa suruh... kan kalau bagian saya kan bukan marketing, jadi suruh cari pelanggan. Itu market-nya tiga negara Singapura, Malaysia, sama Brunei." Jelasnya.
Setelah berhasil kabur, dia langsung menelpob ibunya untuk meminta pertolongan agar bisa kembali ke Kota Serang.
"Langsung telepon mama sebenarnya. Jadi kan udah nyampe KBRI, soalnya keluar dari perusahaan di Preah Vihear itu ke KBRI 125 kilo kita jalan semua, 23 jam jalan kaki. Dari malam ketemu malam lagi. Iya, soalnya kalau nggak kabur kita distrum lagi. Kita ada 23 orang orang Indonesia yang satu perusahaan sama saya, iya." Pungkasnya.
Podcast TITIKSIGI - Pembentukan Kabupaten Cilangkahan Layakah?
Kebaya Hadir di Ruang Modern, Ibu-Ibu Berkeliling Mall of Serang dalam Parade Pelestarian Budaya
Oknum ASN Satpoll PP Cilegon Digalandang Polisi Diduga Edarkan 72 Paket Sabu
Ucapan Idul Adha 28 Juni 2023